
GIANYAR – Bhabinkamtibmas Polsek Ubud memberikan sosialisasi bahaya kebakaran di tengah musim kemarau berkepanjangan.
Polisi menyasar petani maupun masyarakat yang beraktivitas di sawah saat panen maupun pasca panen.
Selain mengimbau petani tak membakar jerami, polisi juga meminta pekerja yang sedang melakukan panen tidak merokok di area sawah karena dinilai rawan kebakaran.
Tak hanya menyasar petani, sosialisasi juga diberikan pada aktivitas usaha atap, terutama atap ilalang. Sebab bahan atap tersebut juga sangat rentan terhadap api.
Polsek Ubud meminta agar berhati-hati terhadap api, dan tidak membuang puntung rokok secara sembarangan. Sebab serpihan ilalang dan juga untuk para pematung yakni pahatan kayunya sangat mudah dilahap api.
“Sasaran kami mulai dari pengusaha atap ilalang, aktivitas di sawah terutama saat panen dan pasca panen, aktivitas tegalan, dan akomodasi pariwisata, serta kegiatan lainnya yang rawan kebakaran,” ujar Kapolsek Ubud Kompol I Made Uder, Minggu (22/10/2023).
“Bagi petani yang biasa bakar jerami habis panen, hentikan membakar, karena sebagaian besar sawah terdapat bangunan villa di seputarannya, kalau perlu dipotong gunakan alat pemotong rumput,” pintanya.
Sementara, untuk kawasan akomodasi pariwisata, Kompol Uder meminta mereka lebih waspada saat menggunakan perangkat kelistrikan, memastikan instalasi listrik harus rapi, menggunakan kabel dan sarana lainnya yang bersetifikasi.
“Kami juga meminta pada semua pihak agar jangan sembarangan memotong pohon yang kering, apalagi membakarnya tanpa pertimbangan keamanan,” tandas Kapolsek. (jay)








