
BULELENG – Insiden pengerusakan peralatan medis dan sarana prasarana milik RS Paramasidhi Singaraja oleh keluarga pasien berinisial MS alias B asal Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Minggu (13/8/2023) berbuntut panjang.
Pihak manegement RSU Paramasidhi secara resmi telah mengadukan aksi pengerusakan yang diduga dipicu ketidakpuasan layanan RS, sehingga mengakibatkan MS meninggal dunia, dengan tuduhan melakukan tindak pidana pengerusakan.
“Iya, benar memang ada laporan dari pihak RS (Paramasidhi) terkait adanya pengerusakan yang diduga penyebabnya ketidakpuasan terhadap pelayanan di rumah sakit tersebut,” tandas Kasihumas Polres Buleleng AKP I Gede Dharma Diatmika di Mapolres Buleleng, Rabu (16/8/2023).
Mantan Kanitreskrim Polsek Kota Singaraja ini memaparkan, berdasarkan laporan yang sedang ditangani oleh penyidik Satreksrim Polres Buleleng, peristiwa pengerusakan yang terjadi Minggu (13/8/2023) berawal dari pasien MS alias B asal Desa Sidetapa Kecamatan Banjar datang ke RS untuk kontrol jantung.
“Oleh pihak RS, pasien langsung dibawa ke ruang IGD untuk mejalani perawatan medis sesuai SOP RS tersebut. Saat sedang dirawat, pasien minta diantar ke kamar mandi untuk buang air besar, dan oleh petugas pasien diantar ke kamar mandi. Sekitar pukul 14.48 Wita, pasien mengalami kolaps, gangguan pada jantung dan langsung ditangani petugas medis. Sayang, nyawa korban tidak dapat diselamatkan,” jelasnya.
Kondisi pasien tersebut, kata Diatmika, disampaikan pihak RS kepada keluarga pasien sekitar pukul 15.30 Wita. Menerima kabar duka tersebut, pihak keluarga tidak terima dan ngamuk, merusak beberapa fasilitas rumah sakit.
“Keluarga korban dilaporkan, melakukan pengerusakan terhadap barang milik RS diantaranya berupa 1 unit komputer, 1 unit monitor CCTV UGD, kaca meja, 1 unit telepon internet dan 1 set gorden, mengakibatkan pihak RS mengalami kerugian sekitar Rp 15 Juta lebih,” terangnya.
Selain minta keterangan dari saksi, penyidik Satreskrim juga telah mengamankan barang bukti termasuk potongan rekaman CCTV saat peristiwa terjadi.
“Kasus ini dalam penyelidikan, penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi, termasuk keterangan dari keluarga pasien dalam rangka penyelidikan,” pungkasnya.(kar/jon)








