
DENPASAR – Pendaftaran secara online melalui Sistim Informasi (SI) yang pertama kali diterapkan Pengkot PBSI Denpasar dalam Kejuaraan Bulutangkis Walikota Cup lalu, mendapat apresiasi dari Pengprov PBSI Bali.
Pasalnya pedaftaran peserta kejuaraan menggunakan SI jika dilakukan sangat membantu PBSI Bali. Apa yang dilakukan PBSI Denpasar itu diminta untuk perlu diterapkan juga bagi Pengkab-Pengkab PBSI di seluruh Bali.
Seperti diutarakan Sekretaris Umum (Sekum) Pengkot PBSI Denpasar I Made Suandhi, penerapan pendaftaran pebulutagkis melalui SI online tersebut karena sudah saatnya hal itu mulai diterapkan.
“Bagi Denpasar memang hal ini sangat perlu dan kami juga harus mengikuti perkembangan tak hanya teknis di dunia olahraga baik level nasional maupun internasional. Karena itulah kami menerapkan pertama kali bagi Denpasar termasuk Bali melakukan pendaftaran Kejuaraan Bulutangkis Walikota Cup lalu,” tutur Made Suandhi di Denpasar, Selasa (13/6/2023).
Tak hanya untuk kejuaraan yang digelar oleh PBSI Denpasar, penggelar kejuaraan lainya yang dihelat pihak ketiga seperti sponsor atau klub disarankan nantinya pendaftaran akan menggunakan SI online tersebut.
“Kami berharap ke depannya semua gelaran kejuaraan bulutangkis di Denpasar bisa menggunakan SI itu, sehingga tidak lagi pendaftaran secara manual. Bagaimanapun juga bulutangkis Denpasar tidak ketinggalan juga soal Iptek,” tambah Suandhi.
Di lain pihak, Ketua Umum Pengprov PBSI Bali I Wayan Winurjaya memberikan apresiasi terkait dengan penggunaan SI Online yang dilakukan PBSI Denpasar itu.
“Kami berikan apresiasi ke Denpasar yang pertama kali menggunakan SI dalam pendaftaran peserta kejuaraan bulutangkis. Sebab, dengan penerapan SI online di Walikota Cup lalu, maka jumlah pebulutangkis untuk Kejuaraan Nasional (Kejurnas) ke depannya akan bertambah kuotanya,” tegas Winurjaya.
Sekarang ini sebelum Walikota Cup jumlah pebulutangkis menggunakan SI berjumlah 972 dan setelah Walikota Cup bergerak ke atas menjadi jumlah pebulutangkis diatas 1000 atlet.
“Maka jika sebelumnya dengan jumlah dibawah 1000 pebulutangkis kuota di Kejurnas bagi Bali hanya 1 atlet setiap kategori maka sekarang kuota menjadi 2 atlet setiap kategori,” pungkas Wayan Winurjaya. (ari/jon)








