
GIANYAR – Tak mencetak gol malah bunuh diri yang dilakukan striker Bali United Ilija Spasojevic di menit 74 sehingga membuat laga berakhir imbang 1-1, saat Bali United menjamu PSM Makassar Selasa (6/6/2023) malam.
Meski demikian pemain yang biasa dipanggil Spaso itu terkesan masih dibela arsitek Serdadu Tridatu, Stefano “Teco” Cugurra. Padahal striker asal Montenegro tersebut sejatinya juga memiliki banyak peluang yang bisa dikonversi gol namun gagal.
Menyikapi semua itu, Teco tetap membela Spasojevic. Diutarakannya, sebenarnya tidak ada seorang pemainpun yang ingin melakukan gol bunuh diri.
“Dimanapun sudah jelas tidak ada seorang pemain melakukan gol binih diri. Semua itu hanya karena memang pemain yang posisinya kurang beruntung jika ada gol bunuh diri,” ungkap Teco Selasa tengah malam, usai laga kedua tim tersebut.
Sebaliknya, arsitek asal Brazil itu malah menilai jika Bali United bermain bagus dalam pertandingan menghadapi Juku Eja. Terutama di lini belakang yang dikawal Haudi Abdillah dan bek tengah muda I Kadek Arel Priyatna.
“Saya lihat performa tim utamanya saat bertahan bagus dan kami memiliki pemain belakang yang bekerja keras seperti Kadek Arel, Ricky Fajrin, dan juga Nouri yang sudah bekerja keras,” tambah Teco.
Hanya saja yang menjadi persoalan lanjut Teco, arsitek PSM Bernardo Tavares bisa memainkan seluruh pemain asingnya.
Berbeda dengan Bali United yang memainkan 4 pemain asing. Elias Dolah yang datang ke Stadion Dipta, hanya diperkenalkan saja sebagai pemain baru.
“Juku Eja sebutan PSM bisa memainkan semua pemain asing mereka seperti Pluim, Everton, dan Adilson. Sekali lagi, kami tidak beruntung dan seharusnya kami bisa memenangkan pertandingan hari ini,” urainya.
Apalagi disebutkan Teco, Bali United menghadapi tim kuat yang nota bene merupakan tim juara musim lalu.
“Kami respek kepada PSM dan dengan lawan seperti itu saya rasa kami sudah bermain bagus meskipun kurang beruntung,” pungkas Teco. (ari/jon)








