
TABANAN – Nasib apes dialami seorang siswa SMP berusia 14 tahun asal Denpasar, Bali. Bermaksud menolong ibunya yang terseret arus saat melukat di Tukad Balian Desa Lalanglinggah, Selemadeg Barat, justru dia terseret pusaran air setelah air laut pasang naik sampai ke sungai.
Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 Wita. Sebelum kejadian, sekitar pukul 14.00 Wita, korban bersama kedua orang tua dan kerabat sebanyak delapan orang ke Tukad Balian dengan tujuan melukat. Selesai prosesi melukat mereka tetap mandi. Namun korban terlebih dahulu keluar dari air dan duduk di pinggir sungai terpanjang di Tabanan tersebut.
Sekitar pukul 15.30 wita, tiba -tiba gelombang air laut mencapai sungai dengan ketinggian sekitar 30 CM dan membuat ayah, ibu dan lainnya terseret. Melihat hal tersebut korban melompat ke sungai bermaksud menolong ibunya.
Namun tiba – tiba korban tenggelam seperti tersedot pusaran air dan langsung menghilang. Sedangkan ayah Sujana (47) dan ibunya serta kerabat lainnya bisa diselamatkan dan keluar dari sungai. Selanjutnya ayah korban melaporkan kepada Bhabinkamtibmas Desa Lalanglinggah dan diteruskan ke Polsek Selemadeg Barat serta Kasat Polair Polres Tabanan.
Mendapat laporan tersebut petugas gabungan dari Polsek Selbar, Polair Polres serta BPBD Tabanan dan masyarakat sekitar langsung turun ke lokasi melakukan pencarian dengan menyusuri sungai sampai ke laut yang tidak jauh dari lokasi. Namun sampai pukul 19.00 Wita korban belum ditemukan.
Kasi Humas Polres Tabanan AKP I Nyoman Subagia seizin Kapolres Tabanan ketika dikonfirmasi membenarkan prihal ornga hilnag tenggelang di Tukad Balian. dikatakan, petugas gabungan bersama masyarakat masih melakukan pencarian.
“Korban terseret arus pusaran air saat hendak menolong ibunya yang terseret air sungai akibat pasang air laut,” jelasnya. (jon)








