
DENPASAR – Sempat mundur dari rencana akhirnya Kejuaraan Arung Jeram bertitel FAJI Bali Cup dipastikan akan digelar pada 20 – 21 Mei tahun 2023 di Sungai Ayung.
Sebelumnya kejuaraan ini dirancang digelar pada bulan April tahun 2023. Targetpun ditancap dengan jumlah 40 tim dan akan dibidik para atlet arung jeram guna direkrut menghuni tim arung jeram pra-PON Bali yang berjumlah 20 atlet putra dan putri.
Proyeksi semua itu dilontarkan Ketua Umum Pengprov FAJI Bali DR. Ketut Subadra. Meski cabang olahraga arung jeram baru saja menjadi anggota baru KONI Bali namun kesiapan menghadapi pra-PON serius dilakukan.
“Target 40 tim itu boleh dari kalangan mana saja seperti dari klub-klub arung jeram yang ada di Bali serta satu klub boleh saja mengirimkan lebih dari satu tim untuk putra dan putri. Kejuaraan FAJI Bali Cup ini merupakan arena penting dari bagian persiapan kami menghadapi pra-PON pada September 2023 nanti di Yogyakarta atau Jawa Barat,” tutur Ketut Subadra di KONI Bali, Selasa (28/3/2023).
Nomor yang dipertandingkan dalam kejuaraan itu nantinya lanjutnya, mengacu dari nomor yang dipertandingkan di pra-PON yakni 4 nomor terdiri dari Sprint, Head to Head, Slalom dan Race River untuk putra dan putri. Sedangkan untuk jenisnya hanya menggunakan R4 atau satu tim terdiri dari 4 orang. Untuk sementara jenis R6 belum dipertandingkan.
“Levelnya nantinya level open Bali atau peserta yang ambil bagian minimal berusia 15 tahun. Kejuaraan itu juga disamping untuk menjadi arena perekrutan atlet pra-PON juga untuk melihat kualitas para atlet putra dan putri arung jeram yang potensial, serta ke depannya bisa dibina dan bisa bersaing dengan para seniornya,” sebut Subadra.
Pria yang juga pengacara dan dosen di ilmu hukum itu meyakini jika talent scouting yang dilakukan pengurus FAJI Bali akan menghasilkan atlet yang terbaik di Bali, karena akan dilakukan secara sportif dan sesuai dengan skill yang dimiliki para atlet itu sendiri. (ari/jon)








