
DENPASAR – Kabar sebelumnya terkait helatan pra-PON cabang olahraga (cabor) biliar yang rencananya dihelat pada Agustus tahun 2023, dipastikan mundur menjadi 14 Oktober samai 25 Oktober 2023.
Termasuk juga jika sebelumnya tempat helatan di Jakarta kini ada tambahan satu kota alternatif yakni Pekalongan. Hanya saja semua itu masih menunggu resminya dalam bentuk surat dari PB POBSI.
Semua itu ditegaskan Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov POBSI Bali Willy Soedarno saat mendampingi Ketua Umum (Ketum) dr. Laksmi Anggari Putri Duarsa di Denpasar, Senin (27/3/2023).
Dengan demikian, POBSI Bali menunggu informasi lanjutan dari PB POBSI Bali secara pasti dengan hitam diatas putih alias tertulis dalam bentuk surat resmi.
“Saya memperoleh informasi itu dari salah seorang pengurus PB POBSI secara lisan melalui onsel. Katanya semua itu sudah fix dan tak aka nada perubahan lagi dan hanya tinggal PB POBSI merilis serta memastikan tempatnya apakah di Jakarta atau di Pekalongan,” ungkap Willy Soedarno diamini Laksmi Duarsa.
Disebutkannya, Willy belum mau berspekulasi dengan semua itu namun setidaknya jika terkait dengan tempat pertandingan biliar pra-PON harapanya bisa digelar di Pekalongan. Pertimbangannya akan bisa menghemat biaya baik transport maupun hotel.
“Harapan POBSI Bali seperti itu namun kenyataannya kami akan tetap menerima apapun kepastian dari PB POBSI saja,” tegas Willy.
Sementara itu dr. Laksmi Duarsa menambahkan, dengan berubahnya jadwal pra-PON dari Agustus ke Oktober pastinya juga memundurkan seleksi atlet biliar yang nantinya menjadi penghuni tim iliar pra-PON Bali.
“Kalau awalnya seleksi atlet biliar kami rencanakan ilaksanakan pada awal Mei tahun 2023 kini juga mundur menjadi rencana gelaran pada awal Juni tahun 2023. Bagi saya ini tak masalah karena sebenarnya sama saja antara rencana sebelum pra-PON mundur atau setelah mundur. Terpenting semuanya kami persiapkan dengan matang dulu,” demikian Laksmi Duarsa. (ari/jon)








