
KUTSEL – Desa Adat Tanjung Benoa menyalurkan sembako sebagai bekal perayaan Nyepi Tahun Saka 1945, Senin (20/3/2023). Total ada 1000 paket dibagikan, termasuk kepada umat lainnya.
Bendesa Adat Tanjung Benoa, Made ‘Yonda’ Wijaya menjelaskan, paket sembako tersebut bersumber dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pelindo III Cabang Benoa. Yang mana sasarannya adalah masyarakat empat banjar adat di wilayah Desa Adat Tanjung Benoa.
“Tanjung Benoa ini adalah desa adat yang multi majemuk. Kami satukan komitmen seluruh prajuru adat di Tanjung Benoa, baik Hindu, Islam, ataupun Buddha, bahwa setiap satu tahun kita salurkan sembako yang diberikan oleh Pelindo kepada masyarakat,” sebutnya.
Denga sembako yang diberikan, diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat ketika Nyepi. Terlebih dalam situasi ekonomi yang masih sulit pasca pandemi Covid-19.
“Dibandingkan dengan sebelumnya, paket sembako yang dibagikan memang mengalami peningkatan dari 800 ke 1000 paket. Itu seiring dengan berkembangnya jumlah krama,” ungkapnya.
Diakuinya, kali ini yang diberikan sembako masihlah sebatas pada Krama Gegem (Hindu, Islam, dan Buddha) pada 4 banjar di Desa Adat Tanjung Benoa. Namun ke depan, jika memungkinkan, rencana akan menyentuh pula krama banjar administrasi.
“Kalau sudah bisa kita satukan persepsi, kita akan coba ajukan kepada pihak Pelindo,” sambungnya.
Lebih lanjut, Yonda menuturkan bahwa ini merupakan kali keenam Desa Adat Tanjung Benoa menyalurkan bantuan sembako PT Pelindo III Cabang Benoa dalam rangka perayaan Nyepi. Hal tersebut terlaksana sejalan dengan komitmen pihak desa adat untuk senantiasa membantu meringankan beban krama di setiap gelaran upacara adat keagamaan.
Sementara itu, General Manager PT Pelindo III Cabang Benoa, Anak Agung Gde Agung Mataram menuturkan bahwa bantuan sembako tersebut merupakan bagian dari program TJSL. Itu dilaksanakan di setiap momen menyambut Nyepi, dengan harapan dapat memberikan manfaat untuk memenuhi kebutuhan ketika menjalankan Nyepi.
“Harapan kami, agar ke depan selalu bersinergi terkait dengan pariwisata, budaya, maupun kegiatan lainnya,” singkatnya. (adi/jon)








