
TABANAN –Tabanan dalam dua kali Porprov Bali mengalami peningkatan karena berhasil melepaskan diri dari status juru kunci.
Hal ini merupakan bentuk dari pertimbangan serta kalkulasi matang KONI Tabanan dalam memetakan peluang serta prioritas dengan dibarengi dengan sport science, meski dengan dana terbatas.
Dasar itu, di tahun 2023 ini KONI Tabanan sudah merancang persiapan Porprov Bali 2025 dua tahun mendatang dengan berbagai terobosan.
“Jadi mulai tahun 2024 iklim Porprov Bali 2025 itu akan kami gemakan kepada seluruh cabor anggota,” tutur Ketua Umum KONI Tabanan, I Made Nurbawa, Senin (20/3/2023).
Dicontohkannya, ada banyak cabor dengan banyak nomor pertandingannya diharapkan fokus di beberapa nomor saja.
“Contohnya menembak. Itu emasnya banyak, jadi paling tidak kami incar 1-2 emas. Jangan kirim banyak-banyak atlet justru hasil tidak ada dan malah jadi mubazir,” terangnya.
Ditambahkan Nurbawa, di tahun 2024 itu anggota cabor sudah memetakan serta berhitung terkait peluang medali emas di Porprov Bali 2025, sehingga dua tahun mendatang mereka sudah siap. Diharapkannya dengan skema seperti itu perolehan medali emas Tabanan bisa lebih meningkat dari Porprov Bali XV/2022 lalu.
Diutarakan Nurbawa, pada saat olahraga multi event lalu, dari 30 cabang olahraga yang diikuti, Tabanan meraih 22 emas dari 10 cabang olahraga. Itupun dari 10 cabor itu hanya 2 yang menjadi juara umum yakni rugby serta pétanque.
“Kami harapkan dua tahun lagi setidaknya ada 15-20 cabor yang bisa meraih medali emas dan jumlah cabor yang juara umum juga meningkat,” tegasnya.
Untuk memantapkan itu, di tahun 2023 ini pihaknya akan memantapkan organisasi atau kelembagaan di tubuh cabor itu terlebih dahulu seperti standarisasi, pendampingan, digitalisasi, dan sebagainya.
“Jika organisasi olahraganya sudah bagus, maka pembinaan juga bagus dan mengarah ke prestasi,” tutup Nurbawa. (ari/jon)








