
DENPASAR – Kawasan Catur Muka Denpasar menjadi lautan manusia. Ribuan masyarakat menyaksikan pawai ogoh-ogoh serangkaian Kasanga Festival, Sabtu (18/3/2023).
Kasanga Festival dimeriahkan penampilan 12 ogoh-ogoh terbaik dari empat kecamatan di Kota Denpasar.
Didahului arak-arakan 12 ogoh-ogoh anak-anak Paud Kota Denpasar yang dibuka Bunda Paud Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara.
Sedangkan pelepasan 12 Ogoh-ogoh terbaik se Kota Denpasar dilepas Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara.
Pelaksanaan kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Pemkot Denpasar, Pasikian Yowana Kota Denpasar dan komunitas Sing Main-Main ini diharapkan mampu menjadi wahana kreativitas tanpa batas Yowana Denpasar di bidang seni ogoh-ogoh.
Wali Kota IGN Jaya Negara mengatakan, antusias pelaksanaan Kasanga Festival ini akan menjadi wahana bagi ajang kreativitas khususnya menggarap Ogoh-ogoh di Kota Denpasar.
“Kami menyadari, karena ini even pertama banyak kekurangan dalam pelaksanaan Kasanga Festival ini, tentunya akan menjadi evaluasi agar lebih baik lagi dalam ajang di tahun mendatang,” kata Jaya Negara seusai pawai.
Pihaknya menekankan, pelaksana kegiatan menjadi catatan agar kedepan bisa digelar dengan baik. “ Yang jelas ini menjadi tantangan bagi kami bersama yowana agar even hiburan yang lebih baik tahun mendatang. Ini menjadi daya tarik tersendiri untuk menghibur masyarakat, dan ruang ini dimanfaatkan betul oleh anak muda melalui kreativitas seni Ogoh-ogoh,” ungkapnya.
Pihaknya mengakui ada tuntutan pelaksanaan Kasanga Festival di gelar tiga hari.
“ Memang ada tuntuntan dua hari sangat kurang, mereka minta tiga hari. Namun, karena ada kegiatan ritual melasti,hal ini agar tidak terganggu. Maka kita percepat selesai pelaksanaan Kasanga Festival ini, sehingga mereka kembali ke desa adatnya masing masing, untuk dapat mempersiapkan pelaksanaan Hari Suci Nyepi ini dengan baik,” tegasnya.
Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar, AA Made Angga Harta Yana menjelaskan, Kesanga Festival yang tetap berpedoman pada spirit Vasudhaiva Kutumbakam ini mempertemukan beragam bidang, mulai dari Ogoh-ogoh STT, Ogoh-Ogoh Mini, Ogoh-Ogoh TK/PAUD, Sketsa Ogoh-Ogoh, UMKM, Kerajinan, Kriya, Clothing, Merchandise, serta Kuliner.
“Sesuai dengan ide besar Pak Walikota dan Wakil Walikota melalui Kesanga Festival ini diharapkan mempertemukan serta menggabungkan beragam kreativitas yang ada, yang tentunya berkaitan dengan Hari Suci Nyepi dengan tetap memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal yang ada,” ujarnya. (sur)








