
DENPASAR – Dalam menghadapi helatan pra-PON di tahun 2023 yang bakal dilakoni semua cabang olahraga (cabor) dibawah KONI Bali, Induk organisasi olahraga di Bali telah membentuk tim review pra-PON.
Pembentukan itu dilakukan dalam rapat koordinasi pengurus KONI Bali dan pihak terkait di ruang rapat KONI Bali yang dipimpin langsung Ketua Umum KONI Bali IGN. Oka Darmawan, Rabu (15/3/2023).
Usai rapat, Oka Darmawan mengungkapkan, pembentukan tim review itu menindaklanjuti rapat KONI Pusat dengan semua KONI provinsi di Indonesia dan sudah jelas diputuskan dan ditetapkan gelaran PON XXI tetap ditahun 2024 dengan pembukaan 8 September tahun 2024. Dengan demikian pra-PON digelar tahun 2023.
“Artinya pembentukan tim itu tujuannya untuk bagaimana mengadakan koordinasi dan memanggil cabor-cabor itu terkait kesiapan dan lain-lainnya. KDi tim itu ada satu bidang administrasi terkait dengan persiapan administrasi atlet di pra-PON, bidang perlengkapan terkait apa yang diperlukan, bidang anggaran serta bidang taktik dan strategi,” tutur Oka Darmawan.
Intinya lanjut mantan Sekretaris KONI Bali itu, juga untuk menentukan berapa cabor yang akan nantinya dikirim dari 65 cabor dengan 67 disiplin sport. Termasuk berapa cabor potensi Bali. Dari masing-masing cabor akan diisi atlet jadi kami tentukan atlet yang prioritas dan atlet lainnya dan berapa atlet yang bisa diberangkatkan,” imbuh Oka Darmawan.
Diakui mantan Ketua Umum Pengprov Perbasi Bali itu, masing-masing bidang sudah cek list apa yang diperlukan dan berapa atletnya. “Pastinya kami menghargai cabor melakukan proses dengan ikut di pra-PON. Soal mau dikirim ke PON adalah kewenangan dan bisa kita bicarakan dengan pemerintah daerah karena ini terkait dengan logistik nantinya.
“Kami juga akan berjuang di tahun 2024. Jadi kalau bicara tahun 2024 maka pengajuan anggaran sudah harus dipersiapkan mulai sekarang ini di tahun 2023. Sekarang kami tahu akan berapa dana yang dibutuhkan dan April 2023 ini kita mengajukan dana ke Pemprov Bali. Jika jumlahnya masih kurang nanti kami berjuang lagi Karena pendanaan itu penting sekali,” tegasnya.
Disebutkan Oka Darmawan, dari hasil kajian kurang lebih atlet Bali bisa lolos ke PON setidaknya 500 atlet karena jumlah yang dipertandingkan cukup banyak dengan jumlah 65 cabor dengan 67 sport.
“Tapi kami harus berbicara step by step. Sekarang bicara pra-PON baru PON dan nanti kan lolos bagaimana lagi ada kriteria lagi dan itulah nantinya pentingnya sport intelligence,” tutup Oka Darmawan. (ari/jon)








