
DENPASAR – Setelah menggelar seleksi pebulutangkis untuk tim pra-PON dan mendapatkan 7 pebulutangkis putra dan 7 pebulutangkis putri sesuai dengan kuota yang diberikan PP PBSI, serta sudah mengirimkan long list untuk 14 pebulutangkis putra dan 14 pebulutangkis putri, kini Pengprov PBSI Bali menyiapkan program untuk launching tim bulutangkis pra-PON Bali sekaligus menggandeng semua pihak.
Menurut Ketua Umum Pengprov PBSI Bali Wayan Winurjaya, nantinya juga akan digelar pelatda bagi para pebulutangkis putra dan putri penghuni tim pra-PON Bali.
“Ya nanti launching dulu tim dengan mengundang para tokoh bulutangkis, kalangan bulutangkis dan pihak ketiga seperti pengusaha, sponsor atau lainnya yang nantinya akan kami gandeng untuk turut peduli dan turut membantu dalam pendanaan. Pasalnya untuk menggelar pelatda memang membutuhkan biaya yang cukup besar,” kata Winurjaya di Denpasar, Senin (13/3/2023).
Sementara untuk ancang-ancang pelatda bulutangkis jelang pra-PON yang digelar Agustus 2023 rencananya di Yogyakarta itu lanjtnya, akan dibahas lebih dulu dengan para pengurus PBSI Bali. Apakah tiga bulan sebelum gelaran pra-PON atau bagaimana.
“Kami bahas dululah dan pastinya setelah lauching. Kalau Gedung Bulutangkis yang digunakan rencananya yakni Gedung Bulutangkis Anugerah Denpasar dan Gedung Bulutangkis Pranita di Renon Denpasar.
Kalau program untuk pebulutangkis pra-PON nantinya jelas latihan volumenya akan ditambah seperti yang terjadi di klub-klub besar yakni 10 kali latihan dalam seminggu. Selain itu aka nada try out atau try in, namun dalam bentuk mengikuti kejuaraan bulutangkis seperti Sirkuit Nasional (Sirnas).
“Jika tidak ada kejuaraan level nasional seperti itu sampai pra-PON maka akan diganti dengan beruji coba bersama pebulutangkis provinsi lainnya, atau dengan klub-klub besar di Pulau Jawa seperti PB. Jarum,” pungkasnya. (ari/jon)








