
BADUNG – Mendesain logo yang sifatnya internasional nampaknya tidak gampang apalagi jika filosofinya harus mengena dan sesuai harapan.
Itulah makanya Wakil Presiden Konfederasi Balap Sepeda Asia (ACC) Raja Sapta Oktohari mengungkapkan, Indonesia menjadi negara yang memiliki inisiatif perubahan logo ACC yang secara resmi diluncurkan di The Stones Hotel Badung, Rabu (1/3/2023).
“Memang Indonesia memiliki inisiatif untuk merubah logo ACC. Saya juga sebelumnya telah berdiskusi panjang dengan Presiden ACC Osama Alshaafar. Malah sampai enam tahun proses perubahan logo itu dengan tujuan memang kami ingin logo yang kuat untuk mempresentasikan ACC dan syukurlah akhirnya sekarang sudah bisa kami launching,” tutur Raja Sapta Oktohari atau biasa dipanggil Okto itu.
Diakui Okto yang juga Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), jika filosofi dari logo baru ACC itu sarat makna. Intinya, logo bagian huruf ACC menyambung menjadi satu dan berbentuk dua roda yang menggambarkan balap sepeda merupakan olahraga yang menggunakan roda.
Selanjutnya bagian tengah terdapat rantai yang menyambungkan rangkaian huruf yang dimaknai keeratan dari balap sepeda di Asia.
“Tak hanya itu, ada lima warna yakni biru, merah, hitam, kuning dan hijau menggambarkan warna dari lima benua. Karena Asia itu warna kuning, kami menggunakan warna emas sebagai penguat kami adalah ACC,” terang Okto.
Launching logo baru ACC ini bertepatan dengan UCI Sharing Platform for ACC dan juga Kongres ACC di Bali. Ini merupakan Kongres ACC kedua yang diadakan di Indonesia setelah 2018 lalu.
“Kami juga mendorong agar Indonesia punya representasi di setiap organisasi internasional, baik itu di Asia maupun dunia,” sebutnya.
Khusus untuk balap sepeda, lanjut Okto, di level Asia Indonesia memiliki sejumlah nama yang duduk di posisi-posisi penting. Sementara untuk di dunia, salah satunya ada Wakil Ketua Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) Toto Sugito yang menjabat sebagai UCI Member.
Sebelum menjadi tuan rumah Kongres ACC, Indonesia juga mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah ajang balap sepeda UCI Track Nations Cup 2023 di Jakarta International Velodrome, akhir minggu lalu.
“Tahun 2023 merupakan momentum paling bersejarah untuk balap sepeda Indonesia. Kita dipercaya sebagai tuan rumah untuk mengadakan Nations Cup untuk pertama kalinya di Asia Tenggara. Ini ajang paling prestisius,” urai Okto.
Selanjutnya menurutnya, UCI sharing session yang Presiden David Lappartient untuk kali ketiga datang ke Indonesia dan ini sejarah. Bahkan pada Agustus, David akan kembali lagi ke Indonesia. (ari/jon)








