
KUTA – Pedestrian yang kini menghiasi Pantai Kuta terancam rontok. Abrasi yang meluas, beberapa kali telah menyentuh pinggiran jalan setapak yang baru seumur jagung itu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung, IB Surya Suamba yang kemudian dihubungi via ponsel, tidak menampik hal tersebut. Kata dia, abrasi yang nyaris merontokkan beberapa titik pedestrian itu sesungguhnya sudah terjadi sejak dua hari lalu.
Mengetahui hal tersebut, pria yang akrab disapa Gus Surya itu mengaku telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Bahkan sudah turun bersama-sama untuk melakukan pemantauan pada Rabu (22/2/2023) lalu.
“Kami bergerak cepat. Kami sudah melakukan proses koordinasi dengan BPBD, dan kami usulkan penanganan darurat berupa penambahan revetment,” ungkapnya.
Diakui dia, pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida memang memiliki rencana untuk kembali melakukan langkah konservasi terhadap Pantai Kuta. Namun pihaknya enggan untuk menunggu itu, karena disinyalir baru akan terlaksana setahun mendatang.
“Yang oleh BWS itu bisa jadi baru 2024 terlaksana,” sebutnya.
Sementara jika melalui BPBD, penyikapan terhadap persoalan itu diharapkan bisa terlaksana sesegera mungkin pada tahun ini. Begitu ada instruksi dari Bupati Badung untuk pelaksanaan, maka penanganan sudah langsung bisa dikerjakan.
“Kalau dana bencana itu dikerjakan dahulu. Setelah bencana, nanti ada SPK (Surat Perintah Kerja), penunjukkan pekerjaan, kemudian dikerjakan, dan setelah selesai baru ada kontrak dan dibayar. Jadi sekarang statusnya masih menunggu instruksi dari Bupati. Mungkin itu besok sudah keluar,” pungkasnya. (adi/jon)








