
KLUNGKUNG – Kegiatan upacara manusa yadnya secara masal yang selama ini diadakan oleh PHDI Kabupaten Klungkung dinilai dapat membantu meringankan beban umat. PHDI kembali bakal mengadakan kegiatan yang sama tahun 2023.
Ketua PHDI Kabupaten Klungkung Putu Suarta, Rabu (1/2) menyampaikan, kegiatan upacara keagamaan setelah tiga tahun vakum karena situasi pandemi Covid-19 kembali bakal diadakan tahun ini.
Suarta, mantan Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Klungkung yang pensiun akhir tahun 2022 itu, melihat kegiatan masal yang selama ini diadakan oleh PHDI Kabupaten Klungkung mendapat respon positif dari umat Hindu.
Baca juga : Kebelet Nikah Kedua Kali, Didik Curi Granit di Celuk
Terbukti warga yang ikut dalam kegiatan upacara manusa yadnya secara masal seperti potong gigi, petik rambut, sapuleger, bayuh oton, bayuh sanan empeng selalu membludak. Tahun ini kegiatan tersebut kembali dinanti oleh umat.
“Ada yang menanyakan langsung kapan kembali digelar. Ada juga yang menghubungi kami via telepon maupun WhatsApp,” ungkap Putu Suarta.
Baca juga : Tutupi Kasus Penggelapan, Karyawati SPBU Pura-pura Kecelakaan dan Jadi Korban Jambret
Melihat besarnya harapan umat Hindu baik asal Klungkung maupun luar Klungkung agar kembali terselenggarakannya kegiatan itu, PHDI Klungkung akhirnya memutuskan untuk menggelar upacara Manusa Yadnya massal di tahun ini.
“Meski tanpa pendanaan dari Pemkab Klungkung lantaran ketiadaan anggaran. Kami sudah mengusulkan ke Pemkab Klungkung hanya tidak dianggarkan,” kata pria asal Lingkungan Pegending, Kelurahan Semarapura Kauh ini.
Upacara manusa yadnya secara masal ini rencananya akan dilaksanakan 29 April 2023. PHDI Klungkung berupaya menggandeng sejumlah pihak, baik swasta maupun perorangan. Peserta upacara massal tersebut tidak dipungut biaya sama sekali, sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Umat sangat menanti-nanti. Apalagi di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit seperti ini. Tetapi biasanya ada saja yang menghaturkan punia (menyumbang). Sebab banyak warga mampu juga ikut karena rasa kebersamaan,” demikian Putu Suarta. (yan)








