
TABANAN – Kasus rabies masuk ke Tabanan pada tahun 2009, dengan temuan kasus suspek rabies pada manusia di wilayah Desa Tunjuk, Tabanan dengan 19 orang meninggal. Sampai saat ini, rabies sudah menjadi endemi di Tabanan dengan terus ada temuan kasus rabies terutama pada anjing.
Berdasarkan data pada bidang PKH Dinas Pertanian Tabanan , pada awal tahun 2023 di Bulan Januari, sudah ada temuan tiga kasus rabies di tiga desa. Pertama kali ditemukan di Desa Pajahan Pupuan dan Desa Antap Selemadeg pada 7 Januari berlanjut di Desa Sudimara Tabanan pada 16 Januari baru lalu.
“Awal tahun ini ada temuan tiga kasus rabies pada anjing di wilayah Pupuan, Selemadeg dan Tabanan,” ungkap Kabid PKH Dinas Pertanian Tabanan , Drh. Gede Eka Partha Ariana, Kamis (19/1/2023).
Terkait dengan temuan tersebut, pihaknya mulai menggencarkan vaksinasi rabies pada anjing peliharaan warga terutama yang ada di daerah merah zone penyebaran rabies dan temuan kasus.
“Kemarin (18 Januari) kami sudah melakukan vaksinasi rabies di wilayah Desa Tegalmengkeb, Selemadeg Timur,” ungkapnya.
Terkait ketersediaan vaksin Rabies , menurut drh Eka, mencukupi. Saat ini stok vaksin rabies sebanyak 17.700 dosis yang merupakan bantuan dari provinsi. Rinciannya sisa vaksin tahun 2022 sebanyak 7.700 dosis dan tambahan sebanyak 10.00 dosis.
“Jumlah itu belum termasuk rencana pembelian dari dana APBD kabupaten,”sebutnya.
Dikatakan dari data yang ada, di Tabanan populasi anjing sebanyak 70.907 dengan jumlah terbanyak di Kediri mencapai 10.485 ekor. Sementara capaian vaksinasi pada awal tahun 2023 ini, sebanyak 1.939 ekor atau 2,73 persen dari populasi.
Diakui, ada beberapa permasalahan dalam pemberantasan rabies di Tabanan. Diantaranya, belum semua anjing divaksin dan banyak anjing yang diliarkan. Selain itu semakin banyaknya ditemukan anjing liar atau tanpa pemilik. Hal ini kata drh. Eka adanya kebiasaan masyarakat membuang anak anjing yang tidak mau dipelihara di tempat umum serta kendala lainnya.
“Itu kendala dan permasalahan yang dihadapi di lapangan sehingga kasus rabies terutama pada anjing terus terjadi,” ungkapnya.
Mencegah berkembangnya rabies, pihaknya melakukan berbagai cara seperti sosialisasi ke banjar-banjar dan sekolah, agar pemilik anjing tidak meliarkan anjing peliharaan serta rutin vaksinasi. Pihaknya juga terus menggelar vaksinasi massal rabies setiap tahun.
“Kami juga melakukan eliminasi selektif dan tertarget terhadap anjing rabies dan anjing yang kontak langsung dengan anjing positif rabies. Kami mengimbau masyarakat untuk mengandangkan atau mengikat. Anjingnya jangan diliarkan,” pungkasnya. (jon)








