
DEPASAR – Menjadi tim pengembara lantaran home base Bali United di Stadion Dipta Gianyar tidak bisa dipakai. Bali UNited kini berhomebase di Jogjakarta, dirasakan berat untuk bisa Kembali juara untuk ketiga kalinya pada Liga 1 Indonesia musim 2022/2023.
Owner Bali United Pieter Tanuri, juga menilai tahun ini menjadi tahun paling berat yang dirasakan oleh Serdadu Tridatu. Untuk pertama kalinya Bali United menjadi tim pengembara.
“Memang statusnya Bali United berlaga di kandang namun kenyataanya ini menjadi laga tandang semua. Bagi saya ini adalah tantangan berat karena kami tidak bisa merasakan bermain di Stadion Dipta selama putaran kedua Liga 1 musim ini. Kami harus mengerti keadaan karena Stadion Dipta kan mau dipakai untuk Piala Dunia. Kami harus menghormati keputusan itu,” kata Pieter Tanuri, Rabu (18/1/2023).
Bagaimana dengan optimisme Pieter untuk Serdadu Tridatu? Dirinya mengaku rasa optimismenya tidak pernah luntur dan masih punya keyakinan Bali United meraih gelar juara untuk ketiga kalinya. Asalkan skuad asuhan Stefano Cugurra bisa bermain konsisten.
“Opimisme juara harus tetap ada. Tapi ini situasinya adalah Bali United menjadi tim musafir. Kalau bisa menjadi juara untuk ketiga kalinya, itu mukjizat,” terang Pieter Tanuri.
Seirama dengan Pieter Tanuri, Ilija Spasojevic punya rasa optimis jika Bali United masih bisa mempertahankan gelar juara. Dia ingin Bali United bisa melewati situasi ini dengan sebaik-baiknya.
“Saya sedih sekali tidak bisa main di Bali dan tanpa suporter sampai akhir ya, kami berusaha keras lewati situasi ini. Tiga bulan habis piala dunia harapannya kembali lagi dengan suporter,” harapnya.
“Rasa percaya itu ada tapi tidak gampang main diluar kandang. Ini jadi salah satu musim tersulit, namun kami buktikan bahwa kami berusaha keras melewati ini tanpa main di kandang sendiri. Semua fokus ke juara, tidak ada yang mustahil. Kami buktikan kami adalah tim nomor 1 di Indonesia,” pungkas Spasojevic. (ari/jon)








