
KUTA – Pada Rabu (30/11/2022) nanti, Desa Adat Kuta akan kembali melaksanakan prosesi upacara Nangluk Merana. Tidak seperti dua tahun terakhir yang terpaksa dibatasi, kali ini prosesi upacara akan dilaksanakan ‘normal’ sebagaimana sebelum pandemi.
Kaitan hal tersebut, Bendesa Adat Kuta, I Wayan Wasista memohon permakluman terhadap segenap masyarakat utamanya para pengguna jalan. Karena berkenaan dengan gelaran upacara bersangkutan, akan dilakukan pengaturan arus lalu lintas dengan metode buka tutup.
Pengaturan arus lalu lintas dengan buka tutup, katanya akan menyentuh seluruh titik lokasi ritual pada pagi hari sekitar pukul 07.00 Wita. Seperti di Bemo Corner, Persimpangan Pasar Kuta depan Pura Desa, Persimpangan Banjar Temacun, Perempatan Jalan Kalianget, Perempatan SDN 1, Pertigaan Bunisari, Jalan Pantai Kuta sekitaran Pura Unggan-Unggan (depan Hotel Grand Inna Kuta), Persimpangan Pasar Seni, Patung Baruna, dan Persimpangan Jalan Kediri-Dewi Sartika-Kubu Anyar.
“Hanya satu yang penutupannya lumayan lama, yakni di Jalan Majapahit. Karena di sana akan dilaksanakan prosesi upacara di tengah jalan. Mungkin itu dari pagi jam 7, sampai dengan jam 12 siang,” ungkapnya, Senin (28/11/2022).
Kaitan dengan hal tersebut, Wasista memastikan telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Sehingga nantinya akan ada petugas dari berbagai pihak yang akan stand by melakukan pengaturan.
“Akan ada petugas di lapangan yang sekaligus mengarahkan jalur-jalur bisa dilalui,” tambahnya.
Disampaikannya pula, adanya pengaturan lalu lintas semacam itu, adalah karena pelaksanaan kali ini sudah kembali normal seperti biasa. Tidak seperti dua tahun terakhir, yang terpaksa disederhanakan akibat pandemi Covid-19.
“Kalau dua tahun sebelumnya, itu ada pembatasan. Pelawatan tidak Lunga ke Pura Dalem Kahyangan. Hanya prosesi di masing-masing titik saja. Begitu selesai prosesi tersebut, maka masing-masing Pelawatan kembali ke Payogan. Sementara sekarang ini, setelah prosesi di masing-masing titik, maka Pelawatan akan diiring ke Pura Dalem Kahyangan sebagai pusat dari prosesi upacara ini,” tambahnya. (adi/jon)








