
KUTSEL – Aksi Presiden Prancis, Emmanuel Macron membuat kaget warga seputaran Jalan Uluwatu, Ungasan. Pasalnya, seusai mengikuti jamuan makan malam di GWK Cultural Park pada Selasa (15/11/2022), sesaat dia tidak menaikan mobil kepresidenan. Melainkan berjalan kaki, sembari menyapa warga di sepanjang jalan dilalui.
Zevan Anantha Putranto, adalah salah seorang pemuda yang menyaksikan langsung aksi tersebut. Sepengetahuan dia, Presiden Macron sudah berjalan kaki sejak dari pintu gerbang GWK Cultural Park dan berlalu di depannya. Bahkan diapun sempat mengabadikan itu ke dalam sebuah video.
Menyadari hal tersebut adalah momen yang sangat langka, remaja belasan tahun itupun mengejar rombongan dengan menggunakan sepeda gayung. Hingga akhirnya, tepatnya di depan Puri Gading, dia berkesempatan untuk menyapa dan bersalaman dengan Presiden Macron. Walau diakui itu bukanlah hal mudah, karena harus mencari celah pada lingkaran pasukan pengaman presiden.
“Senang sekali rasanya bisa bersalaman dengan Presiden Prancis. Ini pertama kalinya saya bersalaman dengan presiden, dan itu adalah presiden dari luar negeri. Ini sangat bersejarah bagi saya. Sepertinya saya tidak akan cuci tangan,” ungkap remaja yang bercita-cita sebagai seorang jurnalis tersebut, sambil tertawa bahagia.
Kemudian Zevan menuturkan, dirinya sesungguhnya sudah stand by menunggu iring-iringan peserta yang pulang dari gala dinner KTT G20 di GWK Cultural Park. Sesungguhnya ada tiga yang paling dinanti, yaitu rombongan Presiden RI Joko Widodo, Presiden Amerika Serikat Joe Biden, dan Presiden China Xi Jinping.
“Tapi sebenarnya saya ingin melihat Presiden Putin (Rusia). Tapi katanya dia tidak datang, ya cukup sedih juga,” akunya.
Untuk diketahui, aksi mengagetkan Presiden Macron tersebut tentunya langsung mendapat atensi dari para petugas keamanan. Pun tidak terkecuali dari Bendesa Adat Ungasan, I Wayan Disel Astawa.
Menurut informasi yang dia terima, aksi jalan kaki tersebut dilakukan karena Presiden Macron ingin bernostalgia terhadap jalanan yang sering dilaluinya dahulu. Yakni ketika masih muda, dan sering bermain surfing di wilayah Kuta Selatan. (adi/jon)








