
BULELENG – Bersinergi dengan Pemkab Buleleng, Korem 163/Wirasatya gulirkan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-115 Tahun 2022 di Desa Giri Emas Kecamatan Sawan.
Dengan tema ‘TMMD Dedikasi Terbaik Membangun NKRI’, berbagai kegiatan fisik dan non fisik yang dilakukan personil Kodim 1609/Buleleng bersama Polri dan warga, tanggal 11 Oktober sampai dengan 9 November 2022 diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui TMMD, TNI hadir ditengah masyarakat desa untuk membantu meningkatkan kesejahteraan, baik melalui pembangunan fisik maupun non fisik,” tandas Danrem 163/Wirastya, Kolonen Inf. Choirul Anam usai pembukaan TMMD Ke-115 Tahun 2022 oleh Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana di Desa Giri Emas, Selasa (11/10/2022).
Danrem Choirul Anam didampingi Dandim 1609/Buleleng Letkol. Arh Tamaji menegaskan, seluruh personil TNI khususnya di wilayah Kodim 1609/Buleleng agar secara maksimal melaksanakan program kegiatan yang telah direncanakan, sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh rakyat.
“Saya perintahkan prajurit saya untuk melakukan kegiatan ini semaksimal mungkin dengan memaksimalkan apa yang ada. Kami hadir bersama Polri dan pemerintah daerah untuk bersama-sama mewujudkan kesejahteraan rakyat di desa,” tandas Danrem Choirul Anam dibenarkan Dandim 1609/Buleleng Letkol. Arh Tarmaji.
Selaku komando TMMD, Dandim Tarmaji menambahkan kegiatan fisik yang dilaksanakan berupa pembukaan jalan penghubung Desa Giri Emas dengan Desa Jagaraga sepanjang 1.940 x 6 meter, betonisasi badan jalan dan pembuatan gorong-gorong. “Sementara kegiatan non fisik antara lain penyuluhan hukum, narkoba, bela negara dan pelayanan kesehatan,” urainya.
Senada dengan Danrem 163/Wirastya, Ketut Lihadnyana selaku Pj Bupati Buleleng mengapresiasi TMMD ke-155 Tahun 2022 yang digulirkan TNI sebagai pendorong akselerasi pembangunan dari kawasan perdesaan, salah satunya nilai kegotongroyongan.
“Sekarang ini kegotongroyongan, kemanunggalan TNI dengan rakyat itu nilai yang paling penting. Karena, TNI lahir dari rakyat, hadir untuk rakyat, dan bersama rakyat mempercepat pembangunan nasional khususnya di Kabupaten Buleleng,” ujarnya.
TMMD diharapkan dapat membangun keswadayaan, partisipasi masyarakat dalam pembangunan, memotivasi serta memperkuat upaya pemberdayaan masyarakat sebagai pelaku atau subjek pembangunan dengan semangat dan jiwa yang baru.
“Hal ini sejalan dengan tiga pilar Gerakan Nasional Revolusi Mental yang diikrarkan tahun 2015, salah satunya nilai kegotongroyongan. Melalui TMMD mari kita bangkitkan nilai kegotongroyongan itu,” pungkasnya. (kar,dha)








