
TABANAN – Curah hujan tinggi yang melanda wilayah Tabanan dalam sepekan terakhir, menjadi atensi khusus Perusahaan Umum Daerah Tirta Amertha Buana (TAB). Pasalnya, hujan lebat sering berdampak pada pelayanan pelanggan, seperti adanya kejadian longsor yang menggerus pipa transmisi dan gangguan sumber air baku dengan tingkat kekeruhan tinggi. Sehingga air baku tidak bisa diolah.
Kasubag Humas Perumda TAB atau PDAM Tabanan, Agus Suanjaya menjelaskan, untuk pipa transmisi yang tergerus longsor terjadi di desa Gadungan, kecamatan Selemadeg Timur. Akibatnya ada 460 sambungan rumah yang terdampak mengalami gangguan sekitar enam jam. kerusakan terjadi Senin (10/10) lalu
“Setelah ada laporan masuk, tim teknis kami langsung menelusuri jalur pipa, setelah ketemu titik gangguan sudah langsung dilakukan tindak lanjut. Pasokan air sempat tersendat sekitar 30 menit,”terangnya, Selasa (11/10/2022).
Dikatakan, gangguan pada pipa induk, menjadi skala prioritas karena menyalurkan distribusi air bersih paling banyak ke pelanggan. Memastikan jaringan pipa transmisi serta distribusi selalu dalam kondisi baik di musim hujan, tim teknis selalu melakukan kontrol terhadap gangguan secara berkelanjutan. Sehingga langsung ditangani ketika ada gangguan.
“Petugas tim teknis kami di masing-masing unit dan kota ada 10 orang, mereka ini yang bertugas melakukan kontrol berkelanjutan setiap harinya dengan dua shift,” ujarnya.
Selain longsor mengenai pipa transmisi enam di desa Gadungan, sejumlah sumber seperti di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Nyanyi, kecamatan Kediri, Telaga Tunjung, kecamatan Kerambitan dan Lalanglinggah, kecamatan Selemadeg Barat tidak bisa mengolah karena tingkat kekeruhan cukup tinggi.
“Sempat tidak bisa mengolah air karena sangat keruh, pipa intake juga tersumbat lumpur dan sampah,” ucapnya.
Akibatnya untuk yang di Nyanyi terdampak pada 2.000 sambungan rumah terganggu. Yakni di wilayah Nyitdah, Pejaten, Delod puri. Sedangkan untuk yang di Telaga Tunjung dan Lalang Linggah meski sempat keruh, namun tidak sampai mengganggu layanan.
“Di dua lokasi ini terbantu dengan sistem pompa termasuk mengalihkan ke sumber lain seperti di Meliling, Batuaji dan untuk di Lalang Linggah ada pompa cadangan,” jelasnya.
Meski demikian, Agus Suanjaya mengimbau pada pelanggan untuk tetap menampung air saat kondisi air normal.
“Mohon semua pelanggan tetap menampung air, mengantisipasi pasokan air tersendat,” pungkasnya. (jon)








