
BADUNG – Ikut peduli terhadap cabang olahraga rugby, Bali Rugby menggandeng Pengprov PRUI Bali dan Ayana Resort and Spa Jimbaran menggeber Kejuaraan rugby yang rencananya melibatkan 7 negara dari luar Indonesia maupun Bali. Kejuaraan dengan titel Rugby Bali 10’s itu diikuti 7 negara diantaranya Australia, Inggris, Singapura, Papua Nugini, Srilanka dan Taiwan.
Menurut Presiden Bali Rugby Clive Thomas, Kejuaraan Bali 10’s akan mempertandingkan tiga nomor yakni men’s division rooster, women’s division rooster, dan veteran’s division rooster. Kemungkinan besar even itu akan mendatangkan banyak ke Bali dan digelar di Lapangan Yoga Perkanthi Jimbaran pada 15-16 Oktober 2022. Ini artinya sangat mendukung sport tourism di Bali.
“Ada sekitar 5 ribu orang yang kemungkinan besar bisa hadir ke Bali. Ini bisa untuk membantu perekonomian dan pariwisata Bali,” tutur Clive Thomas di Ayana Resort and Spa Jimbaran, Rabu (31/8/2022).
Sementara itu Director Director of Operation Ayana Resort and Spa Jimbaran Morris Faty mengutarakan, cabang olahraga rugby memang masih kurang banyak diminati di Bali, padahal dari sisi prestasi sudah cukup bagus. Buktinya pada PON XX/2021 di Papua, Bali sukses menyabet medali perunggu di nomor putri.
“Saya pribadi memiliki keinginan besar olahraga rugby bisa lebih berkembang pesat di Bali,” tambah Morris Faty.
Melengkapi tim yang akan terlibat di kejuaraan Bali 10’s ini utamanya dari Indonesia, Ketua Umum Pengprov PRUI Bali Made Erawan didampingi Wakil Ketua I Pengprov PRUI Bali I Gusti Agung Made Agung menyebutkan, tim dari berbagai provinsi yang ambil bagian diantaranya Aceh, DKI Jakarta, Papua, dan beberapa provinsi lainnya. Tapi jumlah tersebut masih bisa dikembangkan lagi.
“Kami ingin olahraga rugby gaungnya bisa besar seperti sepakbola dan Pengprov PRUI Bali telah menggelar beberapa kejuaraan setiap bulannya di berbagai daerah. Kami ingin menggali potensi yang lebih besar di dunia rugby,” jelas Erawan diamini I Gusti Agung Made Agung.
Tak hanya itu lanjutnya, dirinya juga telah melakukan coaching clinic dan pelatihan pelatih di beberapa daerah. Pelatih yang didatangkan berasal dari PB PRUI.
“Kami lakukan itu agar para pelatih Bali kedepannya dan sudah merambah ke sekolah juga,” demikian Erawan. (ari/jon)








