
JEMBRANA – Perehaban Pura Jagatnatha termasuk pembangunan Kori Pemedalan Agung mulai dikerjakan, Kamis (18/8/2022). Tahapan rehab yang sumber dananya berasal dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali ditandai peletakan batu pertama oleh Gubernur Bali Wayan Koster.
Peletakan citak dasar disaksikan Bupati I Nengah Tamba, Wabup IGN Patriana Krisna, Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi, pejabat Forkopimda, jajaran Majelis Madya, Parisada, para bendesa, termasuk pengempon dan pemangku Pura Jagatnatha.
Perehaban bangunan Pura Jagatnatha terbesar di Jembrana ini dibantu Rp18 miliar, termasuk pembuatan krematorium di Kecamatan Pekutatan. Khusus untuk pembangunan Pura Jagatnatha diperkirakan menghabiskan Rp5 miliar.
Gubernur Wayan Koster berharap dengan adanya pembangunan ini memasuki wilayah Kabupaten Jembrana agar terkesan indah, terlebih bangunan pura ini ada di pinggir jalan raya, sudah semestinya pemandangan di kawasan pura ini dibangun sebaik dan semegah mungkin.
“Silakan Pak Bupati buat pemandangan pura ini menjadi semakin wah, agar masyarakat yang melintas di Jembrana merasa kagum, terlebih letak pura sangat mendukung, berada di jalur strategis. Silakan Pak Bupati awasi pengerjaannya, buat pemandangan pura jagat ini sebaik mungkin, pengerjaannya biar selesai tepat waktu,” tegas Gubernur Koster.
Pada kesempatan itu, Gubernur Koster yang sudah menginjak tahun keempat akhir memimpin Bali, juga menyampaikan sederet program strategisnya yang menjadi fokus tugasnya yakni Shortcut Buleleng yang akan diperkirakan rampung 2023, pembangunan tiga pelabuhan di Sanur, Klungkung, dan Nusa Lembongan, penataan Kawasan Suci Pura Besakih, termasuk Tol Jagat Kerthi Gilimanuk- Mengwi yang akan di-groundbreaking pada 10 September mendatang.
“Astungkara tahapan pembebasan lahan tol, khususnya yang melewati lahan provinsi sudah dapat diselesaikan. Dipastikan groundbreaking pada 10 September di Kecamatan Pekutatan. Termasuk di kawasan itu juga dibangun Taman Wisata Kerthi Bali. Setelah groundbreaking tol, tentunya pembangunannya akan terus berjalan hingga sampai tol selesai,’’ paparnya sembari menegaskan mewujudkan pemerataan ekonomi masyarakat dan penduduk di Bali, terutama masih ada adanya ketimpangan antara Bali Selatan dan Bali Barat, harus dimulai dengan pembangunan infrastruktur. (ara,dha)








