
KLUNGKUNG– Kepulauan Nusa Penida dikenal sebagai pulau penghasil rumput laut. Potensi itu ditindak lanjuti oleh Pemkab Klungkung dengan mengusulkan 7 desa bisa ditetapkan sebagai kampung budidaya rumput laut oleh pemerintah pusat.
Usulan itu dalam rangka mendukung pengembangan budidaya rumput laut. Sehingga kedepannya budidaya rumput laut bisa mendukung aktivitas wisata di Kepulauan Nusa Penida.
Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung, mengusulkan 7 desa di Nusa Penida untuk menjadi kampung budidaya rumput laut. Hal ini dilakukan untuk mendukung pengembangan budidaya rumput laut di Nusa Penida.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung I Dewa Ketut Sueta Negara mengungkapkan, usulan itu ditujukan ke Direktorat Jenderal Perikanan dan Budidaya KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan).
“Ada 7 desa di Nusa Penida yang diusulkan menjadi kampung budidaya rumput laut antara lain, Desa Suana, Desa Kutampi Kaler, Desa Batununggul, Desa Ped, Desa Toya Pakeh, Desa Lembongan dan Desa Jungutbatu,” ungkap Dewa Sueta Negara, Minggu (7/8).
Menurutnya 7 desa yang diusulkan jadi kampung budidaya rumput laut ini, sejak lama masyarakatnya melakukan budidaya rumput laut. Ada beberapa keuntungan yang didapat, ketika suatu desa ditetapkan menjadi kampung budidaya rumput laut.
“Misalnya kemudahan akses ke pemerintah pusat untuk segala aktivitas budidaya rumput laut, adanya program berkelanjutan dari pemerintah pusat untuk pengembangan kampung budidaya rumput laut, serta adanya pengembangan bibit untuk keberlangsungan budidaya rumput laut,” terangnya.
Ia berharap 7 desa itu ditetapkan jadi kampung budidaya rumput laut, sehingga budidaya rumput laut di Nusa Penida bisa lebih baik lagi kedepannya.
“Tentu muaranya peningkatan kesejahteraan para petani rumput laut di Nusa Penida,” imbuh Sueta Negara.
Sejak pandemi Covid-19, dimana aktivitas pariwisata di Nusa Penida sempat mati suri, budidaya rumput laut berkembang pesat. Yang menggembirakan harga rumput laut di Nusa Penida juga sedang baik,mencapai kisaran Rp 38 ribu per kilogramnya untuk rumput laut kering.
Nusa Penida memang memiliki potensi untuk pengembangan budidaya rumput laut. Potensi luasan mencapai 308 hektar.
“Pandemi Covid-19 menjadi pelajaran berharga bagi petani rumput laut di Nusa Penida. Mereka tidak mau terburu-buru beralih ke pariwisata. Mereka (petani rumput laut) tidak serta merta meninggalkan budidaya rumput laut, walau pariwisata berangsur pulih,” demikian Sueta Negara. (yan)








