
DENPASAR – Memasuki bulan Juli sudah mulai kegiatan bermain layangan bagi masyarakat Bali. Bahkan setiap tahun, keberadaan layangan, sering dilombakan. Sebab kegiatan lomba layangan dapat sebagai media melestarikan seni dan budaya Bali. Layangan dengan berbagai kreasi seni yang dibuat, telah diwariskan oleh para leluhur di Bali yang disebut dengan rare angon.
“Aktivitas seni layangan sampai saat bukan hanya menjadi hiburan semata, namun bisa juga mengembangkan perekonomian bahkan dengan kegiatan lomba layangan di setiap wilayah di Bali, bisa membantu membangkitkan ekonomi pasca Covid-19 yang terus melandai,”ujar Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Bali, I Kadek Arimbawa, Minggu (3/7).
Mantan anggota DPD RI dua periode ini menjelaskan, pihaknya mendukung adanya lomba layangan sebagai pendongkrak perekonomian. Selain itu juga sebagai mempertahankan seni dan budaya. Termasuk dalam menjaga kerukunan dan tali persaudaraan antar rare angon atau sekaa layangan.
Menurut Lolak demikian panggilan akrabnya, para sekaa teruna maupun banjar mampu membuat seni layangan dengan berbagai kreasi seni yang dipertontonkan dengan mempertahankan ciri khas suatu wilayahnya. Maka ada yang disebut dengan layangan banjar, yaitu layangan yang dimiliki oleh banjar.
“Kalau dilombakan, maka banjar atau sekaa layangan akan turut ikut dalam kegiatan yang menghibur,”katanya.
Lolak menambahkan, melayangan ini adalah hiburan, menjalankan hobi, dan melestarikan seni budaya Bali dalam tradisi. Lumbrah disebut rare angon layang-layang Bali.
Lolak yang juga seniman lawak ini berharap digelarnya lomba layangan dari berbagai jenis layangan, rare angon akan tetap bertahan. Sebab akan memberikan manfaat positif, salah satunya sebagai media edukasi, kreasi seni layangan Bali semakin inovatif setiap tahunnya. Terbukti, dalam setiap lomba yang digelar selalu muncul layangan kreasi, pewarnaan yang menarik dan terbang diudara terlihat indah.
Seni melayangan juga merupakan warisan tradisi dan budaya yang juga sangat erat dengan pariwisata budaya hingga mengarah ke perekonomian dalam setiap lomba yang digelar.Lomba layangan bisa juga dikatakan sebagai seni tradisi, sebab sudah ada sejak zaman dulu dan terus turun temurun.
“Meski ada beberapa adanya modifikasi terkait model layangan sesuai zaman, namun namanya akan tetap rare angon,”pungkasnya. (arn/jon)








