
DENPASAR – Ribuan massa tumpah ruah mengikuti acara malam renungan keprihatinan korban penyalahgunaan narkoba serangkaian peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar Selatan, Minggu (26/6/2022) malam.
Acara berlangsung khidmat itu juga diisi pembacaan puisi dan ikrar perang melawan narkoba. Suasana hening sejenak berubah menjadi sorak sorai saat kembang api ‘War On Drugs’ dilesatkan ke langit Pantai Mertasari.
“Itu (kembang api) sebagai tanda bahwa BNN tidak akan pernah putus perang melawan narkoba,”ujar Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Petrus Reinhard Golose.
Peringatan HANI juga diisi musik DJ Sisca Lolipop, penampilan fire dance, serta tari-tarian. Komjen Golose menyampaikan makna malam renungan dibalut dalam suasana kemeriahan tersebut.
“Kita tunjukkan bisa enjoy dan happy untuk perang melawan narkoba. Seperti kita dengar ada musik tarian, nyanyian, tanpa narkoba. Sekali lagi saya tegaskan kita tidak tolerir atau zero tolerence terhadap narkotika,”tegas Jenderal bintang tiga asal Manado ini.
Dari Pantai Mertasari, Komjen Golose menggelorkan ‘Happy Without Drugs’.
“Saya juga mengimbau generasi muda di Indonesia untuk turut prihatin terhadap penyalahguna narkotika. kita harus sembuhkan drugs abuse (penyalahguna narkoba) melalui rehabilitasi sehingga mereka diharapkan bisa kembali bersosialisasi dengan masyarakat,” harap mantan Kapolda Bali ini.
Pada kesempatan itu, Golose memberi pesan kepada bandar narkoba. “Bandar No Way. Pesan saya untuk bandar yang berhubungan dengan organized crime, hati-hati,hati-hati,”ucapnya.

Acara malam renungan dihadiri kurang lebih 3.000 orang dari masyarakat biasa, komunitas motor, penggiat anti narkoba, hingga 20 duta besar negara sahabat dari Asia, Amerika, Afrika, Eropa, termasuk Ukraina dan Rusia.
BNN juga mengundang artis Ozy Syahputra. Di atas panggung, ia menuturkan star syndrome pernah dialaminya sehingga berujung ke pengaruh narkoba yang secara nyata menjerumuskan dirinya, membuat kesehatan pikirannya, dan ingatannya menjadi tidak optimal.
“Akibatnya bisa menjadi telat mikir (telmi) karena narkoba. Jangan sekali-kali coba narkoba. Penyakit dari penyalahgunaan narkoba ini bisa membuat otak menjadi kronis dan sering kumat telmi,” ucap pemeran hantu gundul di film Si Manis Jembatan Ancol ini.
Sementara, Ketua Panitia Pelaksana Brigjen Richard M. Nainggolan mengatakan, renungan keprihatinan korban dampak penyalahgunaan narkoba dilakukan untuk memerangi narkoba ke depan menuju Indonesia Bersih dari Narkoba (Bersinar).
“Latar belakang penyalahgunaan narkoba kian memprihatinkan, apalagi Indonesia menjadi pasar bagi narkoba, dan narkoba telah masuk ke semua kalangan. Mengantisipasi kejahatan narkoba saat ini kita perlu mengoptimalkan seluruh komponen terkait di masyarakat,” ujar Richard. (dum)








