
DENPASAR – Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Provinsi Bali, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha mendukung reuni akbar Ikatan Siswa Tamatan Kokar Bali (Istakari) Sanggraha Budaya Bali yang akan digelar pada Sabtu (26/6/2022).
“Saya ucapkan selamat karena mengadakan reuni tahun 2022 ini. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar dan Dinas Kebudayaan mendukung sebatas kemampuan yang ada,” ucap Kadisbud Prof. Arya Sugiartha ketika menerima audensi pengurus Istakari Ketua I, I Made Sukadha dan Sekretaris, I Ketut Arcana di Kantor Disbud Bali, Kamis (23/6/2022).
Konservatori Karawitan (Kokar) Bali yang kini menjadi SMKN 3 Sukawati sudah mempunyai nama dan lulusannya sangat banyak. Semua lulusannya luar biasa, tidak ada orang Kokar yang menganggur. Artinya, tamatan Kokar itu semua orang-orang yang hebat dibidangnya. Mereka benar-benar mengharumkan nama Bali.
“Adanya Istakari ini menjadi salah satu media untuk mereka bersatu, memecahkan problem yang ada, saling bantu agar seniman yang sudah mengharumkan nama Bali ini benar-benar memiliki media untuk berkomunikasi pada siapapun,” ungkap mantan Rektor ISI Denpasar itu.
Adanya Istakari juga sebagai jembatan dari seniman Bali, jika ada permasalahan kepada pihak-pihak terkait termasuk pula kepada pemerintah. Organisasi ini sangat mendukung semua program pemerintah, khususnya dinas kebudayaan.
“Sebelum terbentuknya Istakari-pun teman-teman tamatan Kokar luar biasa kontribusinya kepada Bali. Apalagi sekarang, melalui organisasi ini maka lebih terstruktur dan tersistem. Oleh sebab itu, atas nama Disbud, saya sangat mengapresiasi,” ujar seniman karawitan asal Tabanan ini.
Kadisbud Prof. Arya Sugiartha menegaskan, dukungan Istakari untuk Disbud itu all out. Mulai dari pemikirnya hingga pelakunya ada di situ. Lulusan Istikari, seperti Prof. Made Bandem dan Prof. Wayan Dibia itu lulusan Istakari sebagai pemikir-pemikir budaya dan kesenian yang luar biasa.
“Selain itu, generasi berikutnya para guru, maestronya, berikutnya para pembina, dan pelatihnya, termasuk yang baru tamat menjadi praktisi, sehingga sangat lengkap banget Istikari. Semua program Disbud, sesungguhnya lebih banyak dijalankan oleh Istakari sesungguhnya,” ujarnya.
“Meskipun mereka tergabung di kabupaten, di sangar-sanggar ataupun di organisasi pemerintah, sesungguhnya kalau ditelusuri itu semua lulusan Kokar. Orang-orang ISI juga sebagaian lulusan kokar. Bahkan, hampir 80 persen lulusan Kokar terutama di seni pertunjukan. Oleh sebab itu, organisasi ini harus kita dukung agar bisa menjadi besar, dan bagi Disbud sangat dibantu dengan adanya Istakari ini,” imbuh Prof. Arya Sugiartha. (sur)








