
DENPASAR – Ledakan bom dan rentetan tembakan yang dilepaskan pasukan elite Kodam IX/Udayana mewarnai pembebasan delegasi Presidensi G20 dari penyanderaaan kelompok teroris, Kamis (16/6/2022) sekitar pukul 09.30 WITA.
Peristiwa itu hanyalah simulasi dalam rangka pengamanan Presidensi G20 yang digelar Kodam IX/Udayana di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar Timur. Kegiatan dirangkai sertijab tujuh pejabat utama serta penyerahan jabatan kepada Komandan Batalyon Alteleri Medan (Danyon Armed) 20/ Bhadika Yudha dan Komandan Batalyon Arteleri Pertahanan Udara (Danyon Arhanud) 9/Angkasa Widya Jayanta.
Simulasi diawali adanya rapat G20 dan kawanan teroris bersenjata menyamar sebagai peserta. Mereka pun berhasil menculik beberapa degelasi kemudian dijadikan tawanan dengan tujuan meminta tebusan kepada pemerintah.
Pangdam IX/Udayana selaku Dansubsatgas pengamanan wilayah dalam Presidensi G20 memerintahkan Danyon Raider 900/Satya Bhakti Wirotama, Danyonif 741/Garuda Nusantara, Danyonzipur 18/Yudha Karya Raksaka dan Dandenkav 4/Shima Pasupati untuk melaksanakan pembebasan tawanan.
Pasukan dari empat satuan elite Kodam IX/Udayana itu melaksanakan pengepungan termasuk mengerahkan Panser Anoa. Merasa tertekan, kelompok teroris mengancam keselamatan para sandera untuk mendapatkan tebusan sesuai dengan keinginan mereka.
Atas dasar pertimbangan taktis dan strategis, personel Yonif 741/Garuda Nusantara melakukan penyusupan saat menyerahkan logistik, uang dan minibus mobil box. Pangdam IX/Udayana juga memerintahkan pasukan sniper.
Pasukan yang menyamar berhasil melumpuhkan beberapa teroris. Kemudian, tim mountaineering dengan teknik snepling melompat dengan cepat dari tower setelah sebelumnya melaksanakan infiltrasi fashrooping dari helikopter.
Saat pembebasan tawanan, ditemukan bom yang ditempelkan pada tubuh seorang pejabat. Tim Jihandak Yonzipur 18/Yudha Karya Raksaka pun dikerahkan dan mampu menahan ledakan dari bahan peledak berbobot 600 gram pada jarak 60 cm.
Sementara, beberapa teroris berhasil kabur menggunakan bus yang didalamnya masih ada sandera. Pengejaran pun dilakukan Tim Raid dan Satuan Yonif Raider 900/Satya Bhakti Wirotama menggunakan dua kendaraan PJD, empat kendaraan trail, serta tim escape dari Denkav 4/Shima Pasupati.
Para teroris berhasil dihadang dan dilumpuhkan kemudian para sandera dibawa ke safe house. Di akhir simulasi, Tim Demolisi Yonif 18/Yudha Karya Raksaka meledakkan markas para teroris.
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Sonny Aprianto mengatakan, simulasi dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan dalam pengamanan Presidensi G20.
“Simulasi ini ditunjukkan kepada masyarakat bahwa Kodam IX/Udayana bersinergi dengan Polda Bali dan Binda (Badan Intelijen Daerah) Bali-Nusra siap melaksanakan pengamanan Presidensi G20. Presidensi G20 ini adalah pertaruhan harga diri bangsa di mata internasional,”tegas Sonny Aprianto saat ditemui seusai simulasi. (dum)








