
DENPASAR – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada Serentak) Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2024 masih cukup jauh. Namun, melihat keberhasilan pemerintah Provinsi Bali dibawah kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Wakil Gubernur, Cok Ace telah menuntaskan banyak pembangunan di Bali. Termasuk saat ini sedang berproses dan berjalan pembangunan infrastruktur di Bali seperti penataan kawasan Besakih, pembangunan Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung dan pembangunan jalab tol Mengwi-Gilimanuk.
Selain pembangunan secara fisik, juga beberapa pembangunan non fisik telah berhasil dijalankan, seperti penggunaan aksara Bali dan diperkuat dengan peraturan daerah dan Pergub.
Keberhasilan kepemimpinan Gubernur Koster mendapatkan dukungan dari partai Hanura Balu agar bisa melanjutkan kepemimpinan dua periode dan menyelesaikan pembangunan infrastruktur. Ketua DPD Hanura Provinsi Bali Kadek Arimbawa, menegaskan dukungannya kepada Gubernur Bali Wayan Koster melsnjutkan krpemimpinannya dua periode.
“Melihat dari kinerja kepemimpinan Wayan Koster selama menjabat telah menunjukan kinerjanya dan hasil pembangunan memberi manfaat bagi masyarakat Bali. Menjalankan pemerintah dengan mempertahankan budaya Bali, lahir Perda Nomor 4 itu bukti adat dan budaya Bali sangat dipertahankan dari serangan budaya luar,” ujarnya, Kamis (9/6/2022).
Lolak-demikian panggilan akrabnya menjelaskan, Partai Hanura pada Pilgub 2018 lalu, sebagai salah satu partai pengusung Koster-Ace. Melihat keverhasilanya membangunan Bali dan menjaga adat dan budaya Bali, pada Pilkada serentak tahun 2024 ini dipastikan Hanura Bali juga sejalan. Terutama dalam melestarikan adat serta budaya Bali ini agar tetap ajeg, sesuai visi misi Gubernur Koster Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Sementara Sekretaris DPD Hanura Bali, Gede Wirajaya Wisna, menambahkan dukungan dua periode Gubernur Koster dikarenakan kebijakan yang pro rakyat terus digencarkan. Terutama kebijakan tentang pendidikan, pemerataan penanganan siswa miskin di Bali.
Mantan President Junior Indonesian Chamber/ JCI LOM Bali sangat setuju dan mendukung dengan kebijakan pemerintah Provinsi Bali, Bapak Gubernur Koster sesuai amanat UU mencerdaskan kehidupan bangsa. Terlebih lagi memberikan perhatian pada anak-anak siswa miskin.
“Sesuai dengan amanat undang-undang bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa adalah prioritas, dan hal ini dapat dilakukan dengan memberikan pemerataan pendidikan di seluruh Bali,” sebutnya.
Oleh karenanya, sistem pendidikan harus dibangunan diseluruh Bali dengan baik sehingga disemua kabupaten kota di Bali banyak sekolah-sekolah yang mampu melahirkan sumber daya manusia yang hebat. Memaksimalkan kualitas sekolah negeri, terutama manajemen dan pengelolaannya, sehingga di tiap kabupaten/kota bisa mencontoh pengelolaan sekolah seperti Bali Mandara.
Dengan penguatan mutu atau revitalisasi kabupaten/kota akan memungkinkan pemerataan pendidikan. Seperti misalnya di SMA 1 Singaraja banyak melahitkan para juara olimpiada saat kemepimpinan kepala sekolah bapak Darta yang saat juga pernah menjadi kepala sekolah SMA Bali Mandara. Demikian juga di SMA 1 dan SMA 4 Denpasar.
“Kami inginkan disemua kabupatenbisa menampung siswa miskin dan bukan hanya di SMA Bali Mandara saja. Kalau hanya dipusatkan menrima siswa miskin dipusatkan disalah sati kabupaten jelas akab menambah masalah,”katanya.
Pihaknya berharap adanya prioritas pemerataan pendidikan dan perlu dilakukan dengan jemput bola ke sekolah-sekolah di kabupaten/kota.
“Bisa digunakan dengan menguatkan sekolah negeri, menerapkan zonasi guru, dan tunjangan profesionalisme profesi (TPP) berdasarkan kebutuhan guru,” pungkasnya. (arn/jon)








