
DENPASAR – Penerimaan siswa baru di SMA Bali Mandara akan diberlakukan sama dengan sekolah reguler SMA/SMK di seluruh Bali. Tidak ada penerimaan siswa yang berbeda melainkan akan diberlakukan seperti sekolah reguler. Penerimaan siswa akan dilakukan secara online dan pendaftaran akan dibuka pada 22 Juni 2022 mendatang. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa di kantor Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Senin (6/6/2022).
Kadisdik Jayawibawa mengatakan, siswa yang diterima di SMA Bali Mandara sesuai jalaur Zonasi yakni Kecamatan Tejakula, Kubu Tambahan dan Kecamatan Sawan. Sementara kegiatan belajar mengajar akan diberlakukan sama dengan sekokah reguler.
“Untuk kelas 11 dan 12 masih tetap sekolah berasrama hingga menyelesaikan pendidikannya,”katanya.
Kadisdik Jayawibawa juga menjelaskan, pada pelaksanaan PPDB tahun pelajaran 2022/2023 jumlah lulusan SMP di Bali mencapai 66.617 siswa sedangkan jumlah daya tampung SMA/SMK negeri di Bali sebanyak 45.721 siswa dari 89 SMA Negeri dan 56 SMK Negeri di Bali. Sementara jumlah daya tampung sekolah SMA/SMK swasta di Bali sebanyak 41.833 siswa dari 74 SMA swasta dan 119 SMK swasta di seluruh Bali.
Untuk memenuhi aspirasi masyarakat Kuta selatan dan Mengwi, pada tahun 2022 akan dibuka 4 unit sekolah batu SMA/SMK yang akan mulai beroperasi yakni SMA Negeri 3 Kuta Selatan, Badung dan SMA Negeri 3 Mengwi Badung dan SMK Negeri 2 Kuta Selatan dan SMK Negeri 1 Mengwi.
Jayawibawa mengatakan, calon peserta didik dapat melakukan pendaftaran maksimal melalui 3 jalur pendaftaran PPDB secara bersamaan dalam satu tahapan sepanjang memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Pendaftaran. Seleksi dan pengumuman PPDB SMA/SMK akan dilakukan bersamaan untuk semua jalur; jalur afirmasi dan inklusi (15 persen), jalur perpindahan orang tua (5 persen), sertifikat prestasi (20 persen), zonasi (50 persen) dan rangking raport (10 persen) dan pendaftaran akan dilakukan dalam satu tahapan.
“Pendaftaran dimulai 22 sampai 25 Juni, seleksi tanggal 26 Juni sampai 2 Juli, pengumuman diterima 4 Juli dan pendaftaran ulang bagi yang dinyatakan diterima dilakukan pada tanggal 5 sampai 7 Juli,”jelasnya.
Sementara ditempat terpisah Ketua Komisi IV DPRD Bali Gusti Putu Budiarta bersama seluruh anggota komisi, siap menggawal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK di Provinsi Bali yang akan dibuka pendaftarannya pada 22 Juni 2022. Bagi siswa miskin akan menjadi prioritas utama untuk dapat diterima di sekolah SMA/SMK negeri. Penegasan itu disampaikan politisi PDIP Denpasar Gusti Putu Budiarta seusai mengikuti rapat pimpinan di DPRD Bali, Senin (6/6/2022).
Menurut Gusti Putu Budiarta, alasan siswa miskin diberikan prioritas dalam PPDB SMA/SMK negeri agar semua siswa miskin di Bali bisa menyelesaikan pendidikannya sesuai program pemerintah wàjar 12 tahun. Jangan sampai, gara-gara tidak dapat sekolah negeri, mereka langsung putus sekolah.
“Hal itu sebagai penyetaraan penanganan siswa miskin di Bali dana kalau sampai tidak diterima di sekolah, mereka pun dapat melaporkan langsung ke Komisi IV DPRD Bali,” pintanya.
Dalam kesempatan tersebut Gusti Putu Budiarta juga mengingatkan, tim verifikasi yang melibatkan Dinas Pendidikan akan turun langsung melalui kunjungan rumah secara langsung. Hal ini dilakukan guna memastikan secara langsung apakah benar, siswa tersebut tidak mampu atau miskin. Sebab, banyak juga masyarakat mampu mengantongi Kartu Indonesia Sehat (KIS) sebagai salah satu syarat, kreteria sebagai siswa miskin.
Gusti Putu Budiarta menambahkan dan berharap dengan kebijakan Gubernur Bali, Wayan Koster, untuk pemerataan penanganan siswa miskin di Bali akan dapat dirasakan dan benar-benar berkeadilan. Artinya dari 18 ribu siswa miskin yang ada di Bali mendapatkan haknya sama. Tidak ada ketimpangan atau tidak pemerataan akan tetapi lebih berkeadilan.
“Kalau kami di DPRD apapun kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat kami pasti akan dukung,” pungkasnya. (arn/jon)








