
DENPASAR – Tak lama lagi, Taman Budaya Bali akan kembali menjadi pusat pagelaran seni melibatkan ribuan seniman yaitu Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIV yang rencananya dibuka Presiden Jokowi pada Minggu 12 Juni 2022 mendatang.
Kepala UPTD Taman Budaya, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Wayan Ria Arsika menyatakan siap menyambut perhelatan Pesta Kesenian Bali yang berlangsung 12 Juni-10 Juli 2022. Tema yang diangkat ‘Danu Kerthi-Huluning Amreta, Memuliakan Air Sumber Kehidupan’.
“Astungkara, paling tidak untuk standar minimal pergelaran dari sisi sarana prasarana seperti lighting dan sound system semuanya sudah siap,” I Wayan Ria Arsika di Denpasar, Jumat (3/6/2022).
Demikian juga untuk sejumlah atap pada kalangan (panggung) pementasan yang sebelumnya ada bocor sudah diperbaiki.
“Untuk pengadaan sarana prasarana pendukung, kami dibantu oleh panitia besar Pesta Kesenian Bali. Oleh karena pandemi, selama dua tahun ini kami tidak memungkinkan untuk melakukan pengadaan karena telah dilakukan refocusing anggaran,” ujar I Wayan Ria Arsika.
Terkait protokol kesehatan, disiapkan scan barcode PeduliLindungi di setiap arena pementasan. Masyarakat yang diizinkan menonton pertunjukkan hanya yang sudah mendapatkan vaksin booster.
“Kami menunggu mudah-mudahan secepatnya bisa diumumkan perubahan status dari pandemi menjadi endemi sehingga pelaksanaan Pesta Kesenian Bali dapat berjalan normal seperti saat sebelum pandemi Covid-19,” harapnya.
Ada lima panggung pementasan yang digunakan para seniman yaitu Panggung Terbuka Ardha Candra, Gedung Ksirarnawa, Kalangan Madya Mandala, Kalangan Angsoka dan Kalangan Ayodya.
“Sedangkan Kalangan Ratna Kanda akan dimeriahkan dengan pameran berbagai jenis bunga anggrek,” ucapnya.
Untuk memperlancar akses pengunjung yang ingin menyaksikan pementasan dan pameran, pihaknya melarang memarkir kendaraan di tengah area Taman Budaya.
Pengunjung dapat memarkir kendaraan di sisi timur Ardha Candra maupun di area parkir yang disiapkan di Banjar Kedaton serta Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.
“Kami juga berharap kerja sama masyarakat yang memiliki rumah di seputaran Taman Budaya dapat membantu menyediakan akses parkir bagi para pengunjung,”harapnya.
Dinas Kebudayaan Provinsi Bali mencatat Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-44 melibatkan 16.150 seniman dan 200 sanggar dan komunitas seni (sekaa).
PKB sebagai festival seni terbesar di Provinsi Bali bersifat kolosal, merakyat, bereputasi internasional, merupakan momentum untuk pelindungan, pengembangan dan pemanfaatan seni tradisi, klasik dan kesenian rakyat,” ujarnya.
Sementara itu, materi pokok PKB meliputi Peed Aya (Pawai), Rekasadana (Pergelaran), Utsawa (Parade), Wimbakara (Lomba), Kandarupa (Pameran), Kriyaloka (Lokakarya), Widyatula (Sarasehan), dan Adi Sewaka Nugraha (Penghargaan Pengabdi Seni).(sur)








