
TABANAN – KONI Tabanan kini melakukan terobosan dengan cabang olahraga (cabor) dalam mengatasi keminiman anggaran untuk mengikuti Porprov Bali XV/2022. Artinya jika cabor yang tidak dikirim akan bisa mengikuti hajatan olahraga dua tahunan itu sendiri dengan biaya mandiri. Pastinya hal itu merupakan ancang-ancang dan akan diskenariokan saat menghadap sekaligus mencari solusi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan.
Seperti diutarakan Ketua Umum KONI Tabanan, Dewa Gede Ary Wirawan, semua itu muncul dari cabor itu sendiri. Cabor yang siap mandiri tersebut diantaranya basket dan futsal mungkin cabor lainnya.
“Kami memperoleh anggaran tahun ini Rp 2 milyar dengan matematis untuk Porprov Bali Rp 1,3 milyar dan sisanya untuk gaji karyawan dan operasional KONI Tabanan. Jadi mau tidak mau kami harus memaksimalkan dana itu dengan mengirimkan atlet ke Porprov Bali sekitar 100-125 atlet,” tutur Ary Wirawan di KONI Tabanan, Senin (30/5/2022).
Lantas Kembali ke cabor dengan dana mandiri seandainya memperoleh medali akan tetap dapat bonus ? Ditegaskannya, untuk rencana akan tetap diberikan bonus kemungkinan bisa dari pihak ketiga.
“Intinya semua itu akan tetap juga kami sampaikan ke pemerintah Tabanan saat menghadap nantinya. Komunikasi dan koordinasi akan selalu kami lakukan dengan Pemkab Tabanan dan itu pasti. Pasalnya cabor sendiri seperti basket siap juga menggali dana mandiri itu dengan menggelar kejuaraan basket,” tegas Ary Wirawan.
Minimalisir anggaran itu diakuinya akan berdampak kepada peralatan di Porprov Bali nantinya.
“Ya nanti kami siasati dengan mungkin peralata pinjam dulu atau bagaimana. Kalau cabor tak mempermasalahkan. Jelasnya Tabanan sekarang terus mempersiapkan atlet dan akan menentukan atlet apakah lolos masuk tim inti porprov Tabanan atau tidak akan ditentukan pada tes fisik yang kami gelar pada 4 dan 5 Mei 2022 di GOR Debes lama,” tutup Ary Wirawan. (ari/jon)








