
JEMBRANA – Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Jembrana, berlangsung di Gedung Kesenian Ir. Soekarno Selasa (24/5/2022).
Musda PPNI kali ini bertema “Karuna Mudita Citta” yang berarti Hati yang Penuh Kasih dan Bahagia, dibuka secara resmi oleh Bupati I Nengah Tamba.
Musyawarah Daerah X ini, juga dihadiri Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPNI Provinsi Bali IGN Ketut Sukadarma, Ketua DPD PPNI Jembrana Ni Made Kencanawati, Kadis Kesehatan Jembrana dr I Made Dwipayana serta Perwakilan IDI, Perwakilan DPD PPNI se-Bali, Direktur Rumah Sakit Umum Negara, serta Direktur Rumah Sakit Balimed Negara.
Bupati Tamba menyampaikan, PPNI memiliki peran yang vital di bidang kesehatan setiap daerah, untuk itu ia berharap prosesi Musda, untuk memilih kepengurusan PPNI dengan musyawarah mufakat.
Penyelenggaraan Musda diharapkan mampu memilih pemimpin terbaik, berlangsung harmonis serta tidak ada perpecahan.
“Melalui Musda ini, diharapkan pula lahir para pemimpin PPNI Jembrana yang berintegritas dan berdedikasi tinggi, serta mampu memimpin dan mengantarkan para perawat Jembrana menjadi lebih baik serta bersinergi dengan tenaga-tenaga kesehatan di era digitalisasi ini,” paparnya.
Lebih lanjut Bupati Tamba mengatakan, bahwa visi untuk mewujudkan masyarakat Jembrana yang bahagia serta menuju Tahun Keemasan Jembrana 2026, dimana kesehatan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam mewujudkan program dan cita-cita mulia.
Sementara Ketua DPD PPNI Jembrana Ni Made Kencanawati mengatakan, di era pandemi tenaga kesehatan menjadi garda terdepan dalam membantu pemerintah dalam penanganan kesehatan dan para nakes harus berjaga 24 jam.
“Kita memberikan pelayanan/pengabdian kepada masyarakat terutama seperti kemarin kita dalam penanganan Covid-19. Seperti kita ketahui kita berjibaku dengan itu. Jadi itulah tugas kita bagaimana membuat masyarakat merasa sehat dengan pelayanan yang kita berikan,” katanya.
PPNI lahir 17 Maret 1974, merupakan kebulatan tekad spirit yang sama dicetuskan oleh perintis perawat bahwa tenaga keperawatan harus berada pada wadah/organisasi profesi perawat Indonesia. (ara,dha)








