
DENPASAR – Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara meresmikan Patung Kalantaka Kalanjaya Style Bebadungan di Kori Banjar Sindu Kelod, Desa Intaran, Sanur, Kamis (19/5/2022).
Peresmian patung yang merupakan persembahan dari Tim Lokalan Bali Pan Tantri tersebut ditandai penandatanganan prasasti. Hadir pada kesempatan itu Tokoh Griya Gede Taman Sanur, IB Gede Udiyana, Anggota DPRD Bali, AA Gede Agung Suyoga, Camat Denpasar Selatan, I Made Sumarsana, Bandesa Adat Intaran, AA Alit Kencana.
Ketua Panitia Lokalan Bali, I Kadek Dharma Apriana atau yang akrab disapa Dek Unggit dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, terutama prajuru Banjar Sindu Kelod yang telah memberikan kesempatan untuk berkarya.
“Karya ini selain sebagai sebuah karya seni, juga merupakan wujud edukasi kepada masyarakat dan generasi muda, Intaran, Sanur, Denpasar bahkan Bali umumnya. Hal ini utamanya atas karya-karya besar Ida Pedanda Made Sidemen,”kata I Kadek Dharma Apriana.
Ida Pedanda Made Sidemen merupakan sosok seniman, sastrawan Bali yang terkenal mulai tahun 1920-1980 dan karyanya tetap dikenal sampai saat ini. Dalam proses pembuatannya, Tim Lokalan turut melibatkan Undagi Lokal Intaran seperti Gusde Mell dan Boing.
“Berkat dukungan semua pihak, akhirnya bisa berkarya dan terwujud karya patung Kalantaka dan Kalanjaya. Semoga dapat mengedukasi dan memperkenalkan style karya besar Ida Pedanda Made Sidemen bagi generasi muda Denpasar dan Bali,” harapnya.
Wali Kota Denpasar Jaya Negara menyambut baik peresmian Patung Kalantaka Kalanjaya yang nantinya diharapkan menjadi spirit baru bagi Pemerintah Kota Denpasar untuk melestarikan patung/togog style bebadungan, khususnya Intaran.
“Tentu kami sangat mendukung, dimana momentum ini dapat menjadi spirit pelestarian dan membangkitkan kembali kearifan lokal, utamanya hasil karya atau style bebadungan warisan Ida Pedanda Made Sidemen, tentu kami apresiasi karya ini,” ujar Jaya Negara. (sur)








