
JEMBRANA – Diduga menghirup gas beracun di sumur yang tengah dikuras, Faris (25) warga Lingkungan Ketugtug, Kelurahan Loloan Timur tewas di dasar sumur.
Informasi kejadian tersebut terjadi Kamis (19/5/2022) sekitar pukul 11.30 wita.
Kronologis kejadian bermula saat korban hendak menguras sumur yang lama tak dipakai bersama orang tuanya, Wiski (53) di rumahnya sendiri.
Korban yang turun menggunakan tangga, ketika sudah berada di dasar sumur berkedalaman sekitar 8 meter, mendadak berteriak minta tolong. Teriakan korban didengar si bapak Wiski dan bergegas turun ke dalam sumur.
Namun baru pertengahan, Wiski juga merasa sesak napas hingga mengurungkan niatnya menolong anaknya.
Selanjutnya Wiski berusaha naik ke atas lanjut mencari pertolongan ke warga sekitar hingga diteruskan ke aparat Kelurahan.
Namun naas setelah bantuan tiba korban sudah diketahui tak bernapas. Petugas SAR yang datang mengevakuasi korban dari dasar sumur, berhasil mengangkat tubuh korban. Namun kondisinya sudah lemas tak bernapas.
Evakuasi tim SAR dan kepolisian berjalan alot lantaran lubang sumur sempit dan sumur gelap. Korban berhasil diangkat sekitar 30 menit paska laporan warga.
Kapolsek Jembrana Iptu Budi Santika membenarkan kejadian tersebut. Laporan kejadian kami terima dari ortu korban. Evakuasi korban bersama Tim SAR juga berjalan sedikit alot bahkan mengerahkan alat 3 tabung oksigen.
“Kemudian tubuh korban diangkat. Dari pemeriksaan tim medis korban sudah dinyatakan meninggal, dugaannya ada gas beracun keluar dari sumur yang terhirup, sumur diketahui lama tak difungsikan. Pihak keluarga, juga menerima mengikhlaskan kejadian tersebut, serta menolak dilakukan otopsi,” pungkasnya. (ara,dha)








