
DENPASAR – Setelah disoroti soal aturan satu kelas akan dipertandingkan di Porprov Bali XV/2022 jika minimal ada 5 atlet dari 5 kabupaten/kota berbeda, KONI Bali kembali didesak beberapa KONI kabupaten/kota untuk menuntaskan Technical Hand Book (THB) Porprov Bali. THB ini dinilai penting karena terkait dengan jumlah atlet, target maupun anggaran yang harus dikeluarkan KONI Kabupaten/kota di Bali.
KONI Denpasar misalnya, sampai saat ini belum bisa memastikan berapa jumlah atlet yang dikirim termasuk target Poprov Bali yang belum jelas kapan pastinya tanggal gelaran di November 2022 ini.
“Kami sudah melakukan persiapan sejak lama bahkan sudah melakukan tes fisik. Tapi karena THB belum keluar dari KONI Bali jadinya kami kerepotan menentukan jumlah atlet yang mau dikirim, termasuk target dan penganggaran dananya berapa jumlahnya serta pertanggung jawabannya. Terkait atlet misalnya kami siapkan 12 atlet di satu cabang olahraga (cabor), namun begitu THB keluar justru kurang dari itu.,” kata Sekretaris Umum (Sekum) KONI Denpasar Made Darmiasa di Denpasar, Selasa (17/5/2022).
Berangkat dari semua itu KONI Denpasar meminta KONI Bali secepatnya mengeluarkan THB agar KONI kabupaten/kota bisa bekerja sedini mungkin untuk menyiapkan anggaran dan persiapan-persiapan lainnya.
Nada seirama juga diutarakan Ketua Umum KONI Tabanan Dewa Gede Ary Wirawan. Menurutnya KONI Bali harus bekerja dan bergerak cepat, dan tidak harus menunggu SK dulu meskipun pengurus KONI Bali periode saat ini baru saja ditetapkan.
“Ya kami minta secepatnyalah, KONI Bali bekerja dan bergerak cepat dengan melakukan komunikasi dengan Pengprov cabor. Semua ini perlu diperhatikan agar daerah yang dananya terbatas bisa ikut pada Porprov Bali,” demikian Dewa Ary. (ari/jon)








