
TABANAN – Meski telah disepakati pada PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) batas usia pebulutangkis maksimal berusia 21 tahun, yang artinya seharusnya di Porprov Bali 2022 pebulutangkis yang ambil bagian harus pebulutangkis berusia 19 tahun, namun pada Porprov Bsli 2022 Pengprov PBSI Bali memutuskan, pebulutangkis yang boleh turun maksimal 21 tahun.
Menurut Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov PBSI Bali IGB Arya Candra Palasara, tetap diputuskan nantinya batas usia itu merupakan hasil dari rapat PBSI Bali dengan Pengkab/Pengkot PBSI seluruh Bali di Sekretariat PBSI Bali baru-baru ini. Selain itu, keputusan tersebut dijalankan dengan pertimbangan-pertimbangan tersendiri yang realitanya memang yang terjadi saat ini.
“Ya batas usia 21 tahun itu telah diputuskan dan bukan 19 tahun. Itu berdasarkan dari acuan pada PON terdekat yakni PON Papua lalu. Semua itu juga telah kami koordinasikan dengan KONI Bali yang juga telah mendukung kami,” ungkap pria yang akrab disapa Tu Gus itu, Rabu (4/5/2022).
Dasar acuan yakni PON terdekat lanjut Tu Gus yang juga Ketua Umum Pengkab PBSI Tabanan itu karena untuk batas usia di PON 2024 juga sifatnya masih kesepakatan Pengprov PBSI di Indonesia dan belum sebuah keputusan.
“Karena sudah ada kesepakatan di Bali melalui rapat lalu maka kalau nantinya ada keputusan perubahan batas usia di PON 2024 ya kami tetap jalan dulu dengan acuan maksimal usia 21 tahun,” beber Tu Gus.
Pertimbangan lain diakuinya karena memang sudah banyak Pengkab/Pengkot di Bali yang sudah memiliki tim bayangan yang kini hanya tinggal mengarah pada tim inti. Termasuk entry by number yang sudah dekat yakni di bulan Juni 2022 dan entry by name pada September 2022.
“Sekarang ini kami juga tengah mempersiapkan untuk Porprov Bali 2022 dengan menunjuk dua Technical delegate (TD) terdiri dari IB Yogi dan Fernando. Tugas lainnya menyempurnakan Technical Hand Book (THB) sesuai kesepakatan rapat PBSI Bali dan Pengkab/Pengkot seluruh Bali lalu,” tutup Tu Gus. (ari/jon)








