
DENPASAR – Sampah di sejumlah tempat penampungan sementara (TPS) di wilayah Kota Denpasar meluber.
Pemandangan itu terlihat di TPS Monang Maning hingga menutup Jalan Merpati Desa Tegal Kertha. Kondisi serupa juga terjadi di depo Jalan Pulau Seram, Desa Dauh Puri Kelod, Denpasar.
Sampah tercecer hingga menutupi setengah lebih badan Jalan Pulau Seram yang berada di barat Level 21. Untuk bisa lewat, kendaraan harus pelan-pelan dan bergiliran.
Kendaraan seperti mobil harus pelan-pelan agar tak terkena pembatas jalan yang berada di sisi barat. Bahkan, security Level 21 terlihat ikut sibuk mengatur lalu lintas.
Tumpukan sampah ini memiliki tinggi kurang lebih satu meter dan memakan badan jalan sepanjang kurang lebih enam meter. Salah seorang tukang parkir di kawasan tersebut, Wayan Darmayasa mengatakan sampah ini sudah meluber cukup lama.
Ia mengungkapkan, sejak beberapa hari sampah di tempat ini tidak diangkut. “Sudah sejak kemarin dulu ini tidak diangkut. Kejadian seperti ini sering terjadi di sini. Katanya loadernya lagi rusak, pernah juga truknya katanya yang rusak,” kata Darmayasa, Selasa (12/4/2022).
Darmayasa juga mengeluh karena hampir seperempat lahan parkir tempatnya bertugas dimakan sampah. “Padahal itu lumayan kalau ada yang parkir di sana, saya harus nyetor ke PD Parkir lagi,” katanya dengan mimik wajah kecewa.
Ia pun sangat menyayangkan kondisi ini dan seharusnya sampah ini tak harus meluber sampai ke jalan raya. Apalagi TPS atau depo sampah ini berada di dekat pusat perbelanjaan.
Sementara, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi mengatakan, keterlambatan pengangkutan sampah ini diakibatkan oleh kerusakan alat berat di TPA Suwung.
“Masalahnya karena alat berat milik UPTD Pengolahan Sampah TPA Suwung rusak. Dan rusaknya ini bersamaan dan diusahakan untuk spare partnya karena harus dicari di luar daerah dulu,” kata Dewa Rai.
Dewa Rai menambahkan, alat berat yang beroperasi di TPA Suwung hanya 2 dan biasanya 5 hingga 6 alat berat. “Sehingga ini menghambat pengangkutan sampah dan mudah-mudahan dalam beberapa hari alatnya bisa diperbaiki sehingga kondisi bisa normal kembali,” katanya. (sur)








