
DENPASAR – Para pengurus anyar KONI Bali periode 2022-2026 dibawah nakhoda Ketua Umum IGN Oka Darmawan disarankan harus jeli melihat potensi atlet dan cabang olahraga (cabor) itu sendiri. Pasalnya, untuk mempertahankan jumlah medali emas dan ranking 5 yang diraih Bali di PON XX/2020 di Papua lalu sangat berat dan perlu perhatian khusus jika ingin merealisasikan itu semua.
Saran ini datang dari Ketua Umum KONI Tabanan Dewa Gede Ary Wirawan. Disebutkannya, tidak mudah untuk menjaga atau mempertahankan prestasi Bali itu di PON.
“Berat memang untuk bisa mewujudkan itu, namun semuanya kembali kepada pengurus KONI Bali sendiri dalam mengasah kejelian dan ketelitian dalam menggali potensi atlet dan cabang olahraga (cabor) itu sendiri,” tutur Ary Wirawan saat dihubungi, Kamis (7/4/2022).
Kejelian dan ketelitian yang dimaksudkannya tak lain yakni bagaimana menggali potensi atlet berprestasi yang menjadi generasi para seniornya.
“Artinya atlet muda yang potensi meraih medali emas di PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) nantinya. Termasuk cabor baru yang dipertandingkan nantinya bisa dipoles KONI Bali menjadi cabor baru di Bali yang memiliki peluang besar menyumbangkan medali emas nantinya,” tegas Ary Wirawan.
Berangkatdari semua itu, KONI Bali juga diminta untuk terus mendongkrak sinergitas dengan semua pihak terkait baik dengan pemerintah maupun kalangan olahraga di Bali, untuk satu misi dan visi yakni prestasi di PON 2024. Hanya disayangkan Ary Wirawan, selama ini KONI kabupaten dan kota tak pernah disebut atas prestasi Bali di PON Papua.
“Jadi sepertinya prestasi berasal dari atlet dan pengprov cabor saja. Padahal peran KONI kabupaten dan kota di seluruh Bali juga pastinya ikut andil disana dalam sisi turut membina atlet,” pungkas Ary Wirawan. (ari/jon)








