
DENPASAR – 105 Kenshi putra dan putri tergabung dalam Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Provinsi Bali, mengikuti kegiatan Gashuku berupa Pemantapan Teknik dan Ujian Kenaikan Tingkat Regio I (Denpasar, Badung dan Tabanan ) yang berlangsung di Dojo PLN Renon, Minggu (3/4/2022) lalu.
Para kenshi yang ambil bagian pada Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) dari Kyu VII sampai dengan Kyu II, tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 sebagai bentuk dukungan Perkemi Bali terhadap upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona.
Wakil Ketua Umum Perkemi Bali Fredrik Billy mengutarakan, pemantapan teknik dan UKT yang dilakukan itu merupakan periode kedua tahun 2022 dan sebelumnya digelar UKT Regio II (Gianyar, Klungkung, Bangli dan Karang Asem) telah dilaksanakan pada 20 Februari 2022, di Pusdiklat Shorinji Kempo Gianyar di Banjar Kebalian Sukawati.
“Ini merupakan kegiatan rutin Perkemi dalam rangka terus membumikan olahraga Shorinji Kempo di seluruh kabupaten kota se-Bali. Kegiatan ini juga ingin membangun motivasi para kenshi untuk memantapkan diri menghadapi beberapa even kejuaraan, yang akan dilaksanakan tahun 2022 seperti Porsenijar Provinsi Bali, Pomnas maupun Porprov Bali XV,” kata Billy di Denpasar, Senin (4/4/2022).
Berangkat dari semua itu, Billy berpesan kepada para pelatih dojo, agar terus membina dan mempersiapkan para kenshi yang memiliki potensi untuk mengikuti kejuaraan tersebut. Dengan demikian, keberadaan Shorinji Kempo sebagai olahraga unggulan di Bali bisa terus memberikan yang terbaik untuk daerah ini.
“Untuk mengikuti UKT, setiap peserta harus memiliki nomor induk kenshi (NIK) yang didapat setelah terlebih dahulu mendaftar ke Pengurus Besar (PB) Perkemi, telah menguasai teknik sesuai kurikulum yang diberikan serta waktu latihan yang yang dipersyaratkan. Sedangkan para penguji dalam UKT tersebut yang diberikan mandat dari PB Perkemi adalah Made Mandiyasa, V Dan, Noval Karim Djami V Dan serta saya sendiri V Dan,” pungkas Billy. (ari/jon)








