
DENPASAR – Tercatat 3.000 orang mendatangi gerai vaksinasi Covid-19 di Sekretariat Perkumpulan Abadi Kalimantan Barat (Pakabar) Bali, Jalan Gunung Soputan, Denpasar Barat, Sabtu (12/3/2022).
Ribuan masyarakat memadati Sekretariat Pakabar Bali dari pukul 07.00 WITA untuk mendapat suntikan vaksin ketiga alias Booster. Wajah mereka terlihat sumringah ketika pulang membawa minyak goreng satu liter yang diberikan secara gratis oleh panitia.
“Kegiatan vaksinasi presisi booster yang digelar hari ini disediakan doorprize. Tujuannya untuk menarik minat masyarakat. Doorpriz yang disiapkan berupa 3.000 liter minyak goreng, 3 unit sepeda gunung, dan puluhan paket sembako,” kata Kapolsek Denpasar Barat Kompol Made Hendra Agustina.
Kompol Made Hendra Agustina mengungkapkan, vaksinasi massal digelar untuk mendukung program pemerintah Provinsi Bali dengan target capaian booster 30 persen.
“Vaksinasi booster ini dikebut untuk mendukung kebijakan bebas karantina bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) oleh pemerintah pusat. Untuk menerima kedatangan wisatawan mancanegara, maka di dalam negeri harus sudah terbentuk kekebalan kelompok dari Covid-19,”ungkapnya.
Pemberian doorpize minyak goreng karena sedang langka. Melalui kegiatan ini Polri ingin membantu kebutuhan minyak goreng masyarakat. Pembagian minyak goreng untuk 3.000 orang pertama. Sementara peserta di atas 3.000 akan diundi berupa tiga unit sepeda gunung dan puluhan paket sembako.
“Kita harus siap untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. Apalagi saat ini pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan bebas karantina PPLN. Kegiatan ini kerja sama dengan Pakabar Bali dan instasi terkait lainnya,” tandasnya.
Sementara Ketua Umum Pakabar Bali Andre Liembono mengatakan mendukung vaksinasi massal oleh Polresta Denpasar yang dilaksanakan oleh Polsek Denpasar Barat. Dalam hal ini Pakabar Bali mendukung fasilitas.
“Hari ini kami target vaksinasi 3.000 orang. Targetnya membantu pencapaian vaksinasi booster oleh pemerintah, yakni 30 persen. Namun demikian vaksinasi ini terbuka untuk masyarakat umum. Artinya tidak hanya untuk masyarakat Bali saja,” ucapnya. (dum)








