
DENPASAR – KONI Denpasar bakal menerapkan sistem promosi dan degradasi bagi atlet yang akan berlaga pada Porprov Bali XV/2022. Promosi dan degradasi diterapkan dalam proses 8 bulan kedepan sebelum menuju tim definitif. Dengan demikian atlet yang telah disetor ke KONI Kota Denpasar pada akhir Maret nanti, masih memiliki kesempatan yang sama di masing – masing Pengkot cabang olahraga (cabor) untuk menjadi Kontingen Kota Denpasar.
Seperti dituturkan Ketua Umum KONI Kota Denpasar, IB Toni Astawa didampingi Sekretaris Umum KONI Denpasar, I Made Darmiyasa, Kamis (10/3/2022) promosi dan degradasi akan diterapkan seiring dengan berjalannya program test fisik bagi atlet Porprov Denpasar.
“Acuan utama untuk meraih prestasi, minimal tingkat kebugaran atlet bagus. Ini dapat dilihat dari hasil tes fisiknya. Jika kondisi fisik atlet bagus dan terus mengalami peningkatan level fisiknya, jelas akan dipertahankan. Hal itu baru dilihat dari satu indikator saja, belum indikator lainnya yang menyesuiakan dengan karakteristik kecabangan cabor itu sendiri,” tambah pria yang akrab disapa Gus Toni itu.
Sementara itu, bagi atlet di internal Pengkot Cabor yang terus mengalami progres menanjak, bisa saja menjadi pertimbangan untuk dilakukan promosi. Sehingga sifatnya masih tim bayangan Porprov sebelum masuk pada proses entry by name.
“Kalau saat ini masih akan menuju tahap entry by nomor, jadi masih ada kesempatan untuk atlet menunjukkan kualitas terbaiknya di tiap internal cabor,” beber Gus Toni.
Di lain pihak, Sekum KONI Kota Denpasar I Made Darmiyasa menambahkan, dengan begit peluang untuk membela Kota Denpasar di ajang Porprov masih sangat terbuka lebar. Dengan catatan, di internal Pengkot Cabor sudah menjadi atlet pelapis yang sewaktu – waktu siap menyundul atlet lainnya yang fisiknya kedodoran.
“Teknis pertimbangan ada di masing – masing cabor, dan itu diketahui betul oleh pelatihnya. Makanya, kita serahkan sepenuhnya kepada Pengkot Cabor dalam hal ini pelatih,” papar Darmiyasa.
Dipaparkannya, Segala kemungkinan masih bisa saja terjadi dalam program TC Desentralisasi beberapa bulan kedepan sebelum diputuskan secara definitif. Kenapa demikian, karena bisa saja ada atlet mengalami cedera sehingga tidak bisa turun di ajang Porprov, dan ketika memungkinkan masih ada kesempatan untuk dilakukan pergantian atlet. (ari/jon)








