
DENPASAR – Demi memberikan ruang bertanding kepada petarung level pelajar, Pengprov Kodrat Bali bakal menggeber Porsenijar pada pertengahan tahun 2022. Hal ini dilakukan karena kontribusi positif selalu ditunjukkan petarung dari kalangan pelajar.
“Apa yang didapat waktu PON XX 2021 Papua tidak instan dan semua itu butuh proses serta salah satu rangkaian proses dari penjaringan atlet PON itu didapat dari hasil Porsenijar, makanya kami komitmen tetap menggelar Porsenijar secara mandiri di Pengprov Cabor,” kata Ketua Umum Pengprov Kodrat Bali, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya, Rabu (9/3/2022).
Menurut pria yang biasa disapa Turah Joko itu, peraih medali pada pesta multi even empat tahunan antar Provinsi itu, dominan berasal dari proses di ajang Porsenijar. Optimisme bisa menggelar Porsenijar tentu dengan berbagai alasan, Walikota Cup sudah tuntas digelar, kemudian di Badung juga sudah selesai menggelar kejuaraan antar Kecamatan, di Tabanan juga sudah demikian.
“Jangan terpaku dengan Pandemi, bagaimanapun kondisinya kami tetap melakukan pola pembinaan dengan benar, salah satunya memberikan ruang bagi petarung dari kalangan pelajar untuk untuk gigi lewat Porsenijar mandiri di cabor,” beber Turah Joko.
Kata dia, karena situasi masih Pandemi, pelaksanaan Porsenijar bisa dilakukan dengan mengurai menggunakan 2 matras ditempat bertanding. Sehingga hal ini bisa mengurai atlet, dan tidak menimbulkan kerumunan saat menggelar Porsenijar. Porsenijar ini juga kesempatan bagus untuk menggali atlet dari nomor seni gerak.
“Bali itu gudangnya seni, kami harus kembangkan dan bidik prestasi di seni gerak juga,” tutup Turah Joko seraya menambahkan petarung PON lalu akan diadu dengan para juara Porsenijar yang potensial untuk mewakili Bali di level nasional nantinya. (ari/jon)








