
DENPASAR – Ketua terpilih WI Bali Andra Jaya pada Musyawarah Provinsi (Musprov) WI Bali pada 19 Desember 2021 lalu akhirnya angkat bicara terkait dengan tudingan Musprov dianggap bermasalah. Saat itu Andra Jaya terpilih dengan dukungan 7 pengkab/pengkot Wi di Bali.
Andra Jaya juga menanggapi pemberitaan muncul dari pengkab WI Badung dan klungkung di media tentang musprov itu sendiri dan sangat menyayangkan, lantaran arahnya ke ranah pribadi dan sudah masuk ke pencemaran nama baik dan perlu diklarifikasi.
“Porprov Bali dan musprov adalah 2 sisi berbeda. Karena Porprov Bali saat digelar di Tabanan lalu telah berakhir sekitar 2,5 tahun dan saya anggap sudah selesai. Saat itu saya sebagai panitia penyelenggara malah diisukan bagi-bagi medali yang selalu dihembuskan bahkan saat itu sampai hari H pertandingan tidak ada sama sekali kesepakatan tentang hal itu. Dan manajer tim wushu Badung yakni Bintara Gunawan saat dihubungi lewat telpon menilai pertandingan wushu Sanda sudah Total Fight tidak ada masalah dan menerima hasilnya,” tutur Andra Jaya, Senin (21/2/2022).
Tak dipungkiri Andra Jaya, pertandingan di Porprov Bali saat itu ada protes dari Badung dengan cara melempar uang tapi pada akhirnya protes itu dicabut kembali dan dianggap manajer tim Badung yakni Bintara merupakan cerita usang. Hasil porprov saat itu sudah diterima oleh semua peserta tanpa ada gugatan dan disahkan KONI Bali.
“Lantas kenapa ini dipermasalahkan terus dan dijadikan kampanye hitam sampai ke PB WI? Hal ini juga pernah saya sampaikan ke PB WI. Tapi belum habis saya bicara sudah dipotong PB WI dengan menyatakan ada bagi-bagi medali. Saya sayangkan lagi PB WI hanya mendengar dari 1 sisi saja. Apalagi tidak ada satupun dasar atau landasan hukum baik dari KONI Bali selaku penanggungjawab dan dari panitia induk selaku penyelenggara menyatakan pertandingan cabor wushu bermasalah,” tegas Andra Jaya.
Sedangkan menyoal isu atlet junior dan senior dipaksakan bertanding itu tudingan salah sasaran karena layak atau tidak atlet untuk bertanding itu diputuskan tim keabsahan di KONI Bali sesuai THB.
“Sulit jadinya kalau selalu mencari-cari kesalahan apalagi musprov yang digelar sudah sah sesuai mekanisme dan sesuai AD/ART, apalagi Musprov didana dan dibuka KONI Bali serta dihadiri KONI daerah dan diikuti 9 pengkab/pengkot WI di Bali sebagai pemilik suara dan membawa surat mandate. Harapan saya mari kita bersikap dewasa menyikapi masalah ini,” beber Andra Jaya.
Sedangkan terkait tuduhan masalah penjaringan tidak jelas dan nama Andra Jaya tiba-tiba muncul juga dinilainya tidak beralasan.
“Saya mengajukan diri sebagai calon sudah 1 tahun lebih dan bersaing dengan calon yang diusung Badung dan akhirnya mundur karena kurangnya dukungan. Dan soal tuduhan koni daerah ikut mengkondisikan dalam musprov adalah tuduhan tidak mendasar. Kalau dalam penggalangan suara saya menyambangi dan sowan ke KONI daerah menyampaikan misi visi dan mohon dukungan, apa salah? Sebatas tidak ada unsur pemaksaan saya rasa sah-sah saja. Jadi tuduhan pengkab Badung yang sudah melebar kemana-mana itu sangat ngawur apalagi sampai membawa juga nama Putu Sasmita Eka Savitri yang merupakan pimpinan sidang saat itu dianggap orang KONI Bangli padahal bukan,” tutup Andra Jaya satu-satunya calon Ketua Umum di Musprov itu seraya menambahkan WI Badung juga menilai Sasmita Eka Savitri adalah pengurus Taekwondo Indonesia (TI) padahal Sasmita Eka Savitri pengurus wushu Bangli. (ari/jon)








