
TABANAN – Terjadinya persoalan pengprov Wushu Indonesia (WI) Bali, dimana ada indikasi campur tangan Pengurus Besar (PB) WI sehingga akan terjadi Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub), membuat Sekretaris Umum (Sekum) KONI Tabanan Made Nurbawa turut prihatin.
“Jelas saya prihatin karena yang saya pahami dari persoalan WI Bali itu tak lain yakni sudah diadakan Musyawarah Provinsi (Musprov) pada 19 Desember 2021 dengan Rekomendasi KONI Bali Januari 2022 dan menjadikan Andra Jaya karena didukung 7 pengkab dan pengkot WI di Bali tapi kenyataannya dianggap tidak sah,” ungkap Made Nurbawa di Tabanan, Minggu (13/2/2022).
Uniknya lagi, yang dijadikan persoalan indikasinya juga justeru bukan hal yang mendasar dan bukan hal yang riil nyata dan tidak ada kaitannya Andra Jaya. Hanya karena ada dua pengkab yang tidak setuju Andra menjadi Ketua akhirnya diganjal.
“Ini saya rasa aromanya sudah mengarah ke politik. Saya sangat prihatin dengan semua itu dan pastinya ini menjadi preseden buruk bagi dunia olahraga. Hal ini tidak patut dicontoh di cabang olahraga (cabor) lainnya,” tegas Nurbawa.
Dirinya juga berharap besar KONI Bali tidak tinggal diam dan mengambil sikap dengan apa yag dilakukan oleh PB WI tersebut. Pasalnya saat Andra Jaya terpilih, KONI Bali juga telah mengeluarkan surat rekomendasi untuk SK kepengurusan ke PB WI.
“Indikasi menguat ketika saya dapat informasi jika saat Musprov dan Andra Jaya terpilih, sebenarnya pengurus PB WI datang ke Bali, namun ternyata tidak menghadiri Musprov tersebut,” tambah Made Nurbawa.
Menariknya lagi lanjutnya, sehari sebelum Musorprov, Andra Jaya dipanggil perwakilan PB WI itu untuk mengundurkan diri. Hanya saja saat itu Andra Jaya tidak memberikan jawaban menerima atau menolak. (ari/jon)








