
DENPASAR – Pengprov Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI) Bali memastikan pelatihan pelatih yang direncanakan digelar pada 2-3 Februari 2022 diundur gelarannya menjadi 12-14 Mei 2022. Pengunduran itu sendiri karena ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan utama sehingga saat gelaran semuanya berjalan lancar.
Seperti diutarakan Ketua Harian FYI Bali Gede Agra Kumara, pertimbangan utama yang membuat pelatihan pelatih yongmoodo diundur, karena masa PPKM termasuk dengan nantinya masih ada bulan puasa pada awal April sampai awal Mei mendatang.
“Jadi nantinya biar pelatihan pelatih berjalan lancar dan tidak ada kendala apapun maka kami memilih untuk memundurkan kegiatan itu. Tidak ada masalah dengan semua itu dan masih ada waktu cukup untuk menurunkan ilmu kepelatihan dari pelatih kabupaten/kota di seluruh Bali kepada para atlet yongmoodonya,” ujar Agra Kumara saat dikonfirmasi, Kamis (10/2/2022).
Setidaknya, lanjut pria yang berprofesi sebagai pengacara itu, dengan pelatihan tersebut maka pelatih-pelatih yongmoodo di kabupaten/kota memiliki sertifikat yang ke depannya akan dijadikan salah satu aturan jika pelatih yang mendampingi tim harus memiliki sertifikat dari FYI Bali.
Agra Kumara menambahkan, di luar pelatihan pelatih tersebut, ada satu agenda atau kegiatan yakni Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) bakal digelar menjadi satu dengan Porprov Bali secara gotong royong nantinya.
“Ya anjuran dari KONI Bali juga seperti itu. Karena kalau Kejurprov digelar sebelum Porprov Bali maka dikhawatirkan ada atlet cedera akan tidak bisa turun di Porprov Bali. Kan kasihan atletnya kalau tidak bisa turun di Porprov karena cedera, sementara hasi Porprov Bali disiapkan untuk turun di even-even nasional ke depannya,” pungkas Agra Kumara. (ari/jon)








