
TABANAN – Menghadapi lonjakan kasus covid-19 di Wilayah Kabupaten Tabanan Satgas Covid-19 telah menyiapkan tempat isolasi terpusat untuk menampung warga yang terkonfirmasi covid-19 di dua lokasi yaitu di Wisma Kwarda Pramuka Bali di Areal TPB Margarana Kecamatan Marga. Sampai Minggu (6/2) wisma Pramuka yang berkapasitas 36 orang ini baru terisi dua orang.
Kodim 1619/Tabanan dalam rangka menyiapkan dan melaksanakan pendampingan pemantauan dan pengamanan telah mengerahkan personel bersama Polres Tabanan dan Instansi terkait dalam pelaksanaan Isoter untuk mengantisipasi lonjakan kasus di Tabanan.
“Walaupun saat ini kasus covid-19 di Tabanan mengalami peningkatan namun sampai saat ini kasus varian baru Umicron belum terdeteksi,” ungkap Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Ferry Adianto.
Lebih lanjut Dandim 1619/Tabanan menyampaikan saat ini di Kabupaten Tabanan telah menyiapkan tempat untuk Isolasi terpusat di Wisma Kwarda Bali di Marga dengan kapasitas 18 kamar dan 36 bad dan saat ini anggota Kodim 1619/Tabanan bersama Polres, Pemda dan Tenaga Kesehatan setiap hari ada yang stand by melaksanakan tugas dan hingga saat ini sudah ada 2 orang pasien covid-19 yang diisolasi di sana.
“Dan apabila kasus covid-19 di Tabanan terus meningkat dan bertambah kita juga di Tabanan telah menyiapkan tempat lainnya yang penting sekarang adalah kesadaran masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah untuk melaksanakan isolasi secara terpusat sehingga dapat mengurangi resiko penularannya,” tandas Dandim.
Sebagai Upaya pencegahan yang telah dilakukan selama ini pihaknya bersama satgas covid-19 Kabupaten Tabanan secara masif melaksanakan patroli gabungan pendisiplinan masyarakat terkait protokol kesehatan dan meningkatkan kesadaran masyarakat termasuk juga perkantoran, toko-toko, rumah makan untuk mengaktifkan penggunaan aplikasi lindungi dalam setiap aktivitas.
“Kemudian untuk vaksinasi terus gencar dilaksanakan termasuk juga sudah digelar pelaksanaan vaksinasi dosis lanjutan tahap 3 booster untuk masyarakat yang sudah lebih dari 6 bulan dari vaksin ke II sudah bisa melaksanakan vaksin di fasilitas-fasilitas kesehatan yang ada di Tabanan sesuai dengan jadwal yang telah disiapkan,” imbuhnya.
Dandim 1619/Tabanan berharap saat ini Kabupaten Tabanan masih menerapkan PPKM level 2 jadi masyarakat diminta untuk mengikuti anjuran pemerintah dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, melaksanakan vaksinasi dan melaksanakan isoter bagi warga yang terkonfirmasi covid-19 sehingga lonjakan kasus covid-19 dapat dicegah di Kabupaten Tabanan.
“Kami TNI-Polri bersama Satgas Covid-19, Instansi terkait dan seluruh stakeholder bersatu padu secara bersama-sama mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangan covid-19 di Kabupaten Tabanan, dan kita semua berharap tidak ada lonjakan kasus di Tabanan,“ tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan yang juga Plt Dirut RSUD Tabanan dr I Nyoman Susila mengakui kalau kasu Covid di Tabanan semakin meningkat. Berdasarkan data sampai 5 Februari (jon ada tambahan 242 orang menjadi 12.542 , sembuh 9 orang menjadi 11.113 dan meninggal 545 orang.
Sementara pasien yang dirawat di ruang isolasi RSUD tabanan sebanyak 20 orang yang kebanyakan bergejala berat sedang dan komorbid .
Terkait meningkatnya kasus sata ini kata dr Susila, karena semakin gencar melakukan tracing sehingga semakin banyak diketahui. Apalagi penyebarana saat ini semakin cepat.
“Kalau dulu satu orang bisa menularkan ke dua orang, kalau sekarang bisa empat lebih orang, makanya penyebaran semakin banyak,” sebutnya. (jon)








