
DENPASAR- Pelaksanaan prosesi Pratiwa Nyawa Ngasti Wedana, Pelebon Ida Cokorda Pemecutan XI, dipadati ribuan warga, Jumat (21/1/2022).
Rangkaian dimulai dini hari itu, sejak pagi ramai dikunjungi warga yang penasaran melihat langsung prosesi langka di Puri Pemecutan. Ketika layon atau jenazah dinaikan ke bade tumpang solas, keriuhan pengiring, tampak memadati depan Puri Pemecutan Jalan Thamrin, hingga iring-iringan bade, lembu , ogoh-ogoh, yang diarak menuju Setra Badung yang berjarak kurang lebih 100 meter menjadi tontonan menarik.
Bahkan, puluhan awak media, fotografer, pegiat medsos hingga youtuber tak melewatkan momentum langka hajatan budaya itu untuk diabadikan.“ Momen menarik kita cari untuk konten, karena jarang ada prosesi yadnya berskala besar apalagi di tengah pandemi berlangsung,” kata Yudi salah seorang pegiat medsos disela kegiatan berlangsung, Jumat (21/1/2022).
Lain halnya dengan Yanto yang sengaja datang dari Surabaya, mengaju senang melihat langsung prosesi Pelebon seiorang raja di Bali. “ Ini kan momen langka, jarang terjadi, saya sangat senang melihat aktrasi budaya di Bali, apalagi upacara besar karena keluarga raja,” akunya.
Sebelumnya, Ketua Umum Warga Ageng Pemecutan, AA Ngurah Rai Sudarma menjelaskan rangkaian pelebon pada puncak acara dmulai pada pukul 03.00 pagi , runutan upakara akan dimulai dengan upakara ngenjing, ngutang pering, baleman, teteh tabuh.
Dilanjutkan upakara lainya diantaranya prosesi mabumi sudha, melaspas pamereman atau bade, lembu, dan panca rengga hingga layon atau jenazah Ida Cokorda dinaikan ke bade dan diusung ke Setra Badung.
Setibanya bade di setra Badung, juga dilangsungkan beberapa upakara di pabasmian, seperti agni panyomian.Di lokasi ini, dipuput dua sulinggih, yakni Ida Pedanda Gede Telaga dari Griya Telaga, Tegal dan Ida Pedanda Oka Keniten dari Griya Beraban.
Prosesi pelaksanaan di pabasmian diperkirakan memakan waktu selama dua jam.Selanjutnya pada pukul 18.00 akan dilaksanakan prosesi melarung atau nganyud abu ke pantai Melasti, Kuta, Badung.
“Untuk ngayud ke Segara Kuta tepatnya di barat Hotel Melasti. Nanti menggunakan mobil, termasuk pamuspaan naik ke mobil,” ungkap A.A Ngurah Rai Sudharma yang juga mantan Kadisparda Badung itu.
Selama pelaksanaan pelebon ini, arus lalin ditutup total terutana di kawasan Jalan Thamrin dan Jalan Hasanuddin. ( sur)








