
TABANAN – Hujan deras yang melanda seluruh wilayah Tabanan sejak Minggu dan Senin (9-10/1/2022) terus menimbulkan bencana tanah longsor. Akibat kejadian tersebut, kerugian mencapai ratusan juta Rupiah.
Dari data yang berhasil dihimpun, longsor terjadi di Banjar Nyeleket, Desa Pitra, Penebel, Senin (10/1/202) pagi. Senderan Pura Batur Lampah longsor ke sungai Yeh Ho, sekitar pukul 06.30 WITA saat hujan deras.
Longsor diketahui, ketika saksi I Ketut Sudada alias Pak Mira selaku Pemangku datang ke Pura Batur Lampah untuk mebanten (sembahyang). Begitu tiba di Pura dia terkejut. Pasalnya, senderan pondasi tembok pembatas Pura sebelah barat yang berbatasan dengan aliran sungai Yeh Ho longsor. Senderan yang longsor panjang kurang lebih 15 meter dan tinggi kurang lebih 7,5 Meter. Akibat kejadian tersebut, pengempon pura menderita kerugian sekitar Rp 80 Juta.
Atas laporan tersebut, petugas dari Polsek Penebel sudah ke lokasi. Kejadian tersebut juga dikoordinasi dengan BPBD Tabanan. Mencegah longsor lebih lanjut, lokasi tersebut ditutup dengan terpal serta memasang tanda menghindari hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu di banjar Gamongan, Desa Kaba-kaba , kecamatan Kediri juga terjadi longsor Minggu (9/1/2022) malam. Tembok senderan rumah milik I Putu Suparta (45) longsor. Mirisnya longsoran tersebut justru menimpa rumah milik ayah kandungnya I Wayan Mertha (67) yang ada di bawahnya. Akibat kejadian tersebut kedua korban mengalami kerugian sekitar Rp 100 Juta. Kasus ini juga sudah dilaporkan ke aparat setempat.
Kasi Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia membenarkan dua peristiwa tanah longsor. Kasus tersebut juga sudah dilaporkan ke pihak terkait. Pihaknya mengimbau seluruh masyarakat agar semakin waspada karena cuaca ekstrem hujan deras disertai angin kencang rawan menimbulkan bencana tanah longsor dan pohon tumbang. (jon)








