
GIANYAR – Pedagang pasar rakyat Gianyar sedikit bisa bernafas lega. Sebab sewa tempat di Pasar “mall” itu akan digratiskan selama 6 bulan, dari mulai berjualan.
Namun, kedepannya akan dilaksanakan subsidi silang berupa retribusi atau sewa dengan payung hukum yang ada berupa Perda Retribusi. “Sekarang karena kesepakatan, selama 6 bulan perpindahan ini retribusinya akan digratiskan, dan setelah 6 bulan baru akan diproses. Memang sudah dipersiapkan mulai dari sekarang serta dengan payung hukum Perda Retribusi yang sudah ada,” Ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gianyar Luh Gede Eka Suary, Kamis (6/1/2022).
Hal ini disambut baik oleh para pedagang, salah seorang pedagang sayuran Wayan Mas yang memperoleh los di Pasar Rakyat Gianyar mengatakan, sebelumnya dirinya ragu apakah bisa membayar sewa/retribusi karena kondisi ekonomi yang lesu di tengah pandemi Covid-19.
Namun, mendengar bahwa retribusi pasar akan digratiskan selama 6 bulan, dirinya sangat berterimakasih kepada pemerintah serta merasa sangat terbantu dengan kebijakan ini. “Mendengar sementara akan digratiskan, saya selaku pedagang kecil sangat berterimakasih kepada pemerintah, karena pedagang masih dikasih dispensasi untuk tidak membayar uang sewa/retribusi selama 6 bulan,” kata Wayan Mas
Selain itu, melihat kebersihan Pasar Rakyat Gianyar sekarang, dirinya berharap kedepannya kepada teman-teman pedagang bisa menjaga kebersihan agar kesan Pasar Rakyat Gianyar tetap bersih dan nyaman dan jauh dari kesan kotor dan kumuh. “Saya harap kedepan masih bisa bersih seperti saat ini,” ujarnya.
Hal serupa, amini Wayan Sriyani, asal serongga Kelod, Gianyar yang seorang pedagang daging babi dan sapi. sudah 20 tahun jualan. Ia melanjutkan usaha ini dari mertuanya. “Undian sudah adil. Tapi belum tau gimana hasilnya nanti, belum nyoba jualan. ada pasar di sebelah RS dan di Abianbase yang mudah dijangkau,” ujarnya.
Per hari sewanya nanti 15 ribu sehari. dicoba dulu. Tidak tau ke depannya apakah akan jalan atau tidak. “Tapi syukur katanya gratis 6 bulan. Perkiraan penghasilan gak tahu, belum nyoba. Tapi sekarang bersih gak kumuh,” terangnya yang mengaku memiliki 4 lapak yang tersebar di kota Gianyar. (jay)








